Review Andromax M3Y Smartfren

Sebulan terakhir ini saya sedang mencoba perangkat baru, Mifi dari Smartfren yang bernama Andromax M3Y. Sudah lama saya mengikuti perkembangan teknologi Internet bergerak, mulai dari teknologi CDMA hingga 4G LTE. Tanpa sadar saya juga mengoleksi berbagai macam modem yang bentuknya bervariasi itu, tapi semuanya sama-sama butuh colokan USB untuk mengaktifkan. Tentunya ini masalah, karena perlu driver supaya komputer/laptop bisa mengenali perangkat dan melakukan dial. Bahkan pernah juga bikin tutorial bagaimana supaya Linux bisa melakukan dial dengan modem-modem tersebut, karena waktu itu UI hanya tersedia untuk OS Windows.

Yang saya suka dari Mifi Andromax M3Y ini adalah… Tidak perlu colok ke USB. Iya, ini adalah solusi terbaik di masa ini. Karena berkat perangkat Mifi ini, saya sudah tidak berlangganan paket data Internet di smartphone, kemudian tidak lagi bergantung kepada sinyal wifi gratisan yang sering lemot dan banyak sniffernya itu. Tinggal nyalakan dan tinggalkan, maksudnya tinggal diletakkan di tas ransel saja. Selama sinyalnya masih dapat, maka semua perangkat saya bisa terkoneksi ke Internet.

Metode ini juga bisa menghemat pengeluaran saya untuk akses Internet tiap bulannya. Dulu saya harus menghidupi paket data semua perangkat, kemudian berlangganan akses hotspot supaya bisa bekerja di luar rumah. Tapi sekarang, cukup dengan pulsa IDR 100.000 per bulan, semua perangkat saya bisa online. Kerennya lagi, karena semua perangkat terhubung di perangkat Andromax M3Y ini, maka semua perangkat saya sekarang menjadi 1 network atau 1 LAN, yang memungkinkan untuk saling bertukar data secara cepat.

Bagaimana dengan jangkauan sinyal? Setiap minggu, rute yang saya tempuh adalah Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Kira-kira per minggu saya melahap lebih dari 800 km menggunakan Kereta Api, dan lokasi yang tidak tercover hanya daerah pantai selepas Kendal, karena posisi rel mepet banget dengan garis pantai Utara. Selebihnya jangkauan sinyal sangat bagus, di Semarang saya sering di daerah Pedurungan, Simpang Lima, hingga ke Selatan ke arah Yogyakarta sinyalnya bagus semua. di Jogja saya tinggal di area Pogung dan dolan hingga arah Gamping juga tidak ada masalah dengan sinyal. Di Jakarta juga begitu, saya sering di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan kualitasnya oke. Tiap nyetir juga mengandalkan Google Maps yang terhubung dengan Andromax M3Y belum pernah mengalami lost signal.

Tentunya semuanya perlu didukung dengan baterai yang bagus. Saya tidak hapal berapa angka mAH-nya, tapi patokannya Andromax M3Y ini tidak sering saya charge. Berangkat dari Semarang jam 23:30 dengan kondisi baterai 70-80% karena seharian dipakai, sampai Gambir jam 04:30, mampir mandi di Istiqlal dulu dan biasanya sampai kantor jam 07:30 status baterai masih 30%. Sangat awet dan cocok untuk traveller macam saya ini. Good job Smartfren.

Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa saya membeli MacBook Pro MD101 second kelahiran mid 2012, maka untuk menunjang kinerja dan kompatibilitas dengan teknologi terbaru, saya merasa perlu untuk melakukan upgrade terhadap MD101 ini. Apalagi MD101 ini telah diinstall dengan Mac OS X El Capitan, dimana beberapa forum menyarankan untuk segera upgrade harddisk bawaan menjadi SSD kemudian diikuti dengan menambah jumlah RAM bawaan yang tadinya hanya 4 GB saja supaya kinerja MD101 dapat lebih optimal.

Kebetulan anggaran yang saya sediakan masih cukup untuk membeli kedua perangkat tadi, jadi tidak butuh waktu lama, saya sudah mendapatkan barang-barangnya langsung dari Tokopedia. Saya membeli RAM merk Corsair dengan kapasitas 16 GB (2 x8 GB) kemudian membeli SSD Samsung Evo 850 dengan kapasitas 250 GB. Total harga untuk keduanya sekitar 2,2 juta rupiah sudah termasuk ongkos kirim yang ditanggung oleh Tokopedia (pas ada promo free ongkir).

Masalah selanjutnya adalah pemasangan, saya sudah terbiasa membongkar CPU dan laptop dari semenjak masih kuliah. Tapi untuk perangkat Mac, saya baru bisa memegangnya sekarang, artinya pengalaman saya terhadap perangkat ini sama sekali newbie. Untunglah sekarang YouTube sudah mudah diakses, karena dari situlah saya belajar untuk membongkar perangkat Mac, terutama untuk MD101. Dari hasil pencarian dan menonton di beberapa tutorial sejenis, saya menyimpulkan bahwa membongkar MacBook Pro MD101 tidak terlalu sulit.

Saatnya praktek…

Seperti tutorial yang telah saya tonton, ada urutan untuk membuka 10 mur di bagian bawah MD101, karena dari 10 mur tersebut, ada 3 mur yang bentuknya lebih panjang daripada yang lain. Lokasinya yang dekat dengan engsel, sehingga saya perlu memastikan mur-mur tersebut tidak tertukar atau hilang. Ketika proses pelepasan mur selesai, saya tinggal membuka penutupnya saja dengan mudah. Kesan pertama saya melihat interior MD101 adalah… kagum.

 

Apple benar-benar merancang semua produknya dengan detil, tidak terkecuali di MD101 ini. Dengan mudah saya mengurutkan kabel, tuas, dan mur untuk melepas RAM dan Harddisk bawaan untuk kemudian ditukar dengan RAM dan SSD yang baru. Prosesnya sangat mudah, bahkan menurut saya dapat dilakukan oleh pengguna awam sekalipun. Mungkin cuma masalah keberanian saja yang membuat pengguna Mac lebih memilih membayar ke service center untuk menambah perangkat, atau alasan lain lebih suka memanfaatkan garansi produk.

Saya tidak cerita mengenai detil pemasangan, karena tutorialnya sudah banyak tersedia di YouTube. yang jelas, saya hanya membutuhkan waktu 15 menit dari awal membuka mur hingga MD101 bisa dinyalakan kembali. Sangat cepat dan mudah.

Oh iya sebelum memasang harddisk, saya melakukan cloning data dari harddisk lama ke SSD. Prosesnya cukup menyambungkan SSD melalui kabel USB ke Mac kemudian menjalankan aplikasi Carbon Copy Cloner. Karena isi file saya hanya 28 GB, maka proses yang dibutuhkan sangat cepat, tidak lebih dari 30 menit saja. Untuk penyambungan SSD ke Mac, saya menggunakan HDD Enclosure, tapi jika ingin menggunakan alat lain sih bisa saja.

Kesimpulannya, dari sekian banyak perangkat yang pernah saya bongkar-pasang. Perangkat Mac merupakan yang terbaik dan termudah. Sekarang kinerja MD101 saya rasa bisa bersaing dengan perangkat MacBook Pro keluaran terbaru deh.

 

Membuat Verified Facebook Page Bale Bandeng

Facebook Page ternyata bisa diberi label verified dengan tanda centang berwarna abu-abu di samping namanya. Saya taunya juga tidak sengaja sewaktu membuka menu settings di Facebook Page Bale Bandeng, disitu saya melihat ada tulisan bahwa Page is not verified. Ketika saya klik, muncul informasi bagaimana cara supaya FB Page dapat terverifikasi, cara termudah adalah dengan memasukkan nomor telp yang akan dihubungi oleh Facebook untuk dibacakan 4 angka unik. Nantinya keempat angka tersebut tinggal dimasukkan ke dalam kolom yang tersedia. Langsung saja, saya masukkan nomor hp untuk memulai proses verifikasi. Dalam beberapa detik hp berbunyi, kemudian ada robot yang membacakan angka, saya masukkan nomor itu, hasilnya.. Gagal.

Saya bingung, padahal jelas-jelas Facebook sudah menghubungi hp dan membacakan 4 angka unik. Namun ketika saya masukkan angka tersebut, Facebook tidak dapat untuk melakukan verifikasi terhadap nomor saya yang terhubung dengan Facebook Page Bale Bandeng. Saya sudah mencoba berkali-kali bahkan berbeda waktu, namun hasilnya tetap sama. Gagal. Facebook memberikan saran supaya saya mengirimkan scan dokumen sebagai alternatif proses verifikasi, tapi saya nggak mau. Saya belum percaya untuk memberikan dokumen resmi ke perusahaan iklan.

Apa sih keuntungan dengan verifikasi Facebook Page? Katanya sih nantinya Facebook Page akan lebih terpercaya di mata pengunjung. Selain itu, katanya Facebook Page kita akan mendapatkan prioritas untuk muncul di hasil pencarian yang dilakukan oleh pengunjung. Hal inilah yang menjadikan saya untuk lebih mencari tahu bagaimana supaya Facebook Page Bale Bandeng dapat terverifikasi, tanpa harus mengirimkan dokumen.

Akhirnya, saya menyadari bahwa Facebook juga tidak mengirimkan dokumen apapun untuk proses verifikasi. Berbeda dengan Google yang repot-repot mengirimkan kartupos untuk proses validasi. Pasti ada yang salah dengan cara saya sebelumnya, kemudian saya mengulang proses verifikasi lagi namun kali ini nomor telp rumah yang saya masukkan. Beberapa detik kemudian telp rumah berdering, robot Facebook membacakan angka, lalu saya masukkan angka tersebut ke kolom yang tersedia. Hasilnya, Sukses! Facebook Page Bale Bandeng is verified!

Rupanya untuk melakukan verifikasi Facebook Page, harus memasukkan nomor telp rumah. Saya tidak membaca persyaratan ini di halaman bantuan Facebook, sehingga mau dicoba berkali-kali juga nggak akan bisa jika yang saya masukkan adalah nomor hp. Mudah-mudahan ini bisa membantu bagi yang tertarik untuk melakukan verifikasi pada Facebook Page.

Bagaimana dengan yang tidak punya nomor telp rumah?

Seperti yang tadi saya bilang, karena saya tidak menemukan aturan ini di halaman bantuan Facebook maka saya tidak tau jawabannya juga. Tapi mungkin bisa coba untuk memanfaatkan layanan EsiaTalk untuk mendapatkan nomor virtual dengan kode area, lalu gunakan nomor itu untuk proses verifikasi. Saya belum coba, tapi sepertinya layak untuk dicoba.

Strategi Promosi Digital Untuk Bale Bandeng

Ceritanya kami sekeluarga sedang membangun bisnis keluarga, awalnya hanya untuk iseng-iseng mengisi waktu orang tua yang sudah pensiun, tapi setelah dipertimbangkan lagi, kenapa nggak diseriusin saja? Apalagi Pemerintah sedang mendukung pertumbuhan UMKM di masyarakat. Akhirnya, mulai akhir tahun 2015 lalu, kami mulai melakukan serangkaian percobaan menu dengan berbagai varian yang kemudian mengerucut pada satu konsep, yakni fokus di Bandeng Cabut Duri yang diberi nama Bale Bandeng.

Kenapa fokus di ikan? alasannya sederhana, orang tua adalah “alumni” atau pensiunan dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Jawa Tengah, adek seorang Dokter Hewan, dan saya dosen sekaligus praktisi IT. Kombinasi ini bisa menjadi jaminan kualitas produk dan nilai jual tentunya. Saya dan adek juga sudah berbisnis sejak bertahun-tahun lalu, sehingga untuk pengalaman berjualan sudah bisa dijadikan pedoman untuk membangun bisnis keluarga ini.

Strategi Digital Campaign

Oke, saya mau cerita yang sudah saya lakukan. Berhubung saya nggak berurusan dengan dapur, maka saya mengurusi untuk sisi pemasaran dan penjualan. Promosi digital adalah pilihan pertama karena budget yang terbatas, maklum masih UMKM.

Website

Domain langsung saya beli sesuai dengan nama Bale Bandeng, yakni balebandeng.com. Hosting saya letakkan di server yang selama ini saya pegang, jadinya mendapatkan performa yang bagus. Template juga saya gunakan yang premium, sama dengan yang biasa saya gunakan untuk mengerjakan project web selama ini. Untuk urusan web adalah hal mudah, karena memang sudah terbiasa dalam pembuatan website.

Social Media

Akun social media langsung saya akusisi supaya nantinya inline/bersinergi dengan layanan digital yang lain. Kami menggunakan akun @BaleBandeng di Twitter dan Instagram. Kemudian juga membuat Facebook Pages dengan nama yang sama. Konten masih saya isi sendiri dengan meniru manajemen akun social media ala digital agency.

Verified Business

Berhubung Bale Bandeng menjual produk tapi kami belum sanggup jika harus menyewa tempat jualan, maka kami putuskan untuk berjualan di rumah dengan mengandalkan armada Go-Jek untuk mengantar pesanan, nah tapi saya pengen supaya lokasi jualan mudah dicari dan dikenali oleh calon pelanggan. Jadinya saya mendaftarkan Bale Bandeng ke Google Business dan Foursquare for Business supaya merk Bale Bandeng muncul di Google Maps dan Swarm/Foursquare.

Proses verifikasi ini sebenarnya sangat mudah, karena hanya mengisi form secara lengkap dan mengunggah foto. Yang membedakan proses verifikasinya, dimana Google akan mengirimkan postcard yang berisi kode dan harus dimasukkan ke dashboard Google. Kemudian Foursquare meminta untuk membayar USD 20 untuk claim lokasi sekaligus verifikasi bisnis. Google butuh waktu 3 hari untuk menunggu kiriman postcard, sedangkan Foursquare konfirmasi instan setelah pembayaran dinyatakan berhasil.

Alasan saya repot-repot mendaftarkan supaya menjadi verified business karena aplikasi yang menerapkan LBS (Location Based Services) seperti Go-Jek, Path, Swarm, Instagram, atau apapun yang ada fitur check-in, akan mengambil data dari Google dan Foursquare. Sehingga jika Bale Bandeng telah terdaftar disana, maka siapapun akan langsung bisa mencari dan melihat Bale Bandeng sebagai salah satu lokasi disitu hehehe.

Saat ini saya sedang menjajaki kerjasama dengan Go-Food, saya sudah dikirimi proposal oleh perwakilan Go-Jek Semarang untuk dipelajari dulu. Sistemnya bagi hasil sebesar 15 : 85, dimana saya nantinya setiap akhir bulan akan transfer ke rekening Go-Food sebesar 15% dari total transaksi yang dihasilkan dari Go-Food. Kami sedang pelajari skema ini apakah cocok untuk diterapkan ke Bale Bandeng.

Facebook Ads

Sudah 4 hari ini saya menjalankan Facebook Ads untuk Facebook Page Bale Bandeng. Tujuannya hanya Local Awareness saja, jadi saya nggak pasang target muluk-muluk yang bisa sampai konversi ke sales, yang penting pengguna Facebook di sekitar rumah bisa tau bahwa Bale Bandeng ada. Yang saya suka dari Facebook Ads adalah sistem targetting yang mudah untuk dikonfigurasi.

Saat ini saya set supaya iklan hanya muncul bagi pengguna wanita, usia antara 23-55 tahun, dan berlokasi maksimal 5 mil dari Bale Bandeng. Hasilnya sampai hari ini (29 Maret 2016) sudah dapat 8.227 impression dengan biaya hanya Rp. 38.000 saja. Pilihan iklan yang menarik dibandingkan saya harus memasang iklan di billboard. Mungkin nanti saya akan pasang iklan di billboard atau sebar flyer, tapi itu nanti, bukan sekarang.

Akhirnya, itulah yang sedang saya lakukan untuk membangun Bale Bandeng. Prosesnya masih sangat panjang, tapi setidaknya kami sekeluarga melakukannya dengan benar dan sesuai dengan keahlian masing-masing. Kami yakin, bahwa selama ada passion untuk bekerja, maka pasti hasil yang disajikan akan optimal. Setidaknya itu standar Bale Bandeng, dimana kami sudah atur standar yang sangat tinggi untuk setiap produk yang kami hasilkan.

 

Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

Ceritanya mulai bulan Februari 2016 kantor Juara-Agency pindah ke lokasi yang baru. Nah, kalo pindahan kantor begini artinya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, yakni migrasi LAN dan Internet. Kebetulan, sudah lama saya berniat mengganti ISP yang selama ini dipakai karena suka putus-nyambung. Untuk kebutuhan pindahan LAN, sudah dapat vendor yang melakukan cabling dan konfigurasi, tinggal milih ISP untuk supply kebutuhan Internet di kantor.

Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya memutuskan untuk menggunakan layanan Biznet. Kebetulan Biznet juga meluncurkan produk Biznet Metronet yang menyasar untuk kalangan UKM, sesuai dengan taglinenya “Broadband Internet Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Nah, paket yang ditawarkan cukup menarik dengan harga yang cukup terjangkau. Berdasarkan daftar harga yang ditawarkan di websitenya, saya tertarik untuk menggunakan layanan Biznet Metronet 3 dengan bandwidth 30 Mbps seharga IDR 2.000.000 + ppn.

Kebetulan, lokasi kantor telah tercover area Biznet sehingga semakin memantapkan untuk berlangganan layanan Metronet ini. Sebagai informasi, harga yang ditawarkan memang murah. Jika ditambah pajak maka per bulan kami hanya mengeluarkan IDR 2.200.000, nah biaya ini harus dengan berlangganan selama 24 bulan tidak boleh putus. Jika kami putus kontrak, maka akan dikenakan biaya penalti sebesar IDR 4.400.000. Selain itu, tidak ada SLA yang dijamin, sehingga memang cukup riskan jika ingin berlangganan. Tapi saya yakin, Biznet tidak akan main-main dalam menjaga kualitasnya, apalagi sudah menyandang nama besar di Indonesia. *positive thinking*

Akhirnya setelah beberapa kali ada drama dalam pemasangan, Biznet Metronet telah dapat dinikmati di kantor. Saya sebut drama karena ternyata perlu menunggu 5 hari sejak kabel ditarik dan 3 tim engineer supaya akses Internet di kantor bisa online. Ada kendala teknis yang sebetulnya tidak perlu terjadi, tapi ya sudahlah sekarang Internet sudah menyala dan orang kantor sepertinya sudah bahagia dengan koneksinya.

 

Gambar diatas adalah skrinsyut ketika koneksi pertama kali tersambung, saya test untuk membuktikan bahwa koneksi up-to 30Mbps tetap dapat kualitas yang baik.

Berlangganan IndiHOME

Akhirnya setelah menunggu berbulan-bulan tanpa kejelasan, saya menggunakan jalur pertemanan untuk menyambungkan kabel Fiber ke rumah, jadilah sekarang saya berlangganan IndiHOME Fiber. Hari ini adalah bulan pertama saya menggunakan IndiHOME Fiber, sebelumnya sudah berlangganan Speedy 3 Mbps yang masih menggunakan kabel metal, jadi ceritanya upgrade jaringan.

Sekilas kabel fiber yang masuk ke rumah tidak ada perbedaan dengan kabel sebelumnya sehingga dari instalasi tinggal mengikuti kabel yang sudah ada, kemudian kabel yang lama tinggal dipotong. Yang membedakan adalah konfigurasinya, dulu kita mengenal alat bernama splitter yang berfungsi membagi koneksi ke pesawat telepon dan ke modem. Sekarang alat itu tidak diperlukan lagi, karena sekarang semuanya terpusat pada modem utama yang nantinya akan melayani suara, data, dan gambar. Kira-kira bentuknya seperti gambar dibawah.

 

Benda berwarna putih itulah yang mengatur segalanya, modem dengan merk Alcatel-Lucent. Terlihat ada dua antenna yang memancarkan sinyal WiFI kemudian dia tersambung dengan pesawat telepon, dan juga tersambung ke kotak hitam  dengan merk ZTE yang berfungsi sebagai decoder UseeTV. Abaikan potongan tiket nonton itu ya.

Baiklah mari kita bahas layanannya satu persatu.

Telepon Rumah

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa sekarang teknologi telepon rumah yang digunakan sudah berbeda dengan sebelumnya. Dulu kita masih menggunakan teknologi PSTN untuk mengantarkan suara melalui pesawat telepon, namun sekarang Telkom menggantinya dengan VoIP yang diatur oleh modem Alcatel. Makanya kemudian ada promo gratis 1000 menit bicara setiap bulannya, karena sekarang biaya produksi menjadi sangat murah sebab suara akan langsung diantarkan melalui jaringan Internet. Jadi inget dulu pernah mainan VoIP Merdeka. Kualitas suara, menurut saya jika kupingnya swasta tidak akan merasakan perbedaan berarti hihihi…

Apakah kemudian tidak ada kelemahannya? Tentu saja ada. Musuhnya adalah mati lampu! Sebab, jika modem Alcatel mati, maka semua koneksi akan ikut mati. Berbeda dengan pengguna PSTN khan?

Internet

Saya mendapatkan bandwidth 10 Mbps, ini merupakan pilihan termurah dari IndiHOME Fiber. Jika dihitung maka setidaknya saya akan mendapatkan transfer rate 1 MB/s, tapi seperti biasa ini hanya gimmick. Sebab transfer rate itu hanyalah untuk downstream, sedangkan upstream akan jeblok. Bisa dilihat pada skrinsyut dibawah.

 

Mengapa tidak sekalian dikasih koneksi 1:1 saja? Yaa.. Nanti pelanggan Astinet bakalan kabur kesini. Kesimpulannya, koneksi Internet IndiHOME Fiber cocok untuk pengguna rumahan saja. Sebab biasanya penggunaan Internet lebih sering ke ranah hiburan, dimana itu yang dipakai downstream saja. Tapi kalo dipakai di sektor Industri, yang sering dipakai selain downstream juga koneksi upstream. Bayangkan jika koneksi Internet bank atau sekolahan hanya punya 2 Mbps seperti diatas, nanti semua server bakalan njengking.

Bagaimana kualitasnya? Outstanding! Kebetulan saya lebih suka koneksi yang stabil, dan itulah yang saya dapatkan. Barusan saya mendownload game dari Steam dengan ukuran 1,6 GB bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 30 menit. Transfer rate yang saya dapatkan berkisar di angka 1,2 MB/s – 1,3 MB/s dan itu stabil.

 

UseeTV

Layanan IPTV dari Telkom ini adalah layanan yang paling saya sukai, bahkan bisa saya bilang lebih baik daripada TV Kabel seperti Indovision. Bila terbiasa menonton tayangan Indovision atau film dengan resolusi HD maka perasaan Anda akan sama dengan saya, UseeTV menyajikan gambar dibawah itu. Maklumlah, tayangannya diantar melalui Internet, bukan satelit. Tapi bukan berarti gambarnya jelek lho, gambarnya bagus. Lama-kelamaan saya juga jadi terbiasa menikmati gambar dari UseeTV.

Mengapa saya bilang ini lebih bagus daripada layanan serupa? Pertama dari segi harga, sudah sepaket dengan saya bayarkan tiap bulan. Jumlah 99 channel pun sudah termasuk oke. Tapi yang lebih keren adalah layanan interaktifnya. Kita bisa menonton tayangan lain, misalnya nonton film on-demand. Pilihannya banyak sekali, bahkan HBO OnDemand pun juga bisa dinikmati dari menu yang sama. Jadi kalo pas misal dari 99 channel itu nggak ada yang menarik satupun, bisa coba menu film on-demand.

Trus ada lagi, yaitu layanan TVOD (TV On Demand). Sumpah! Ini keren! Misalnya tayangan film on-demand pun juga sudah nggak ada yang menarik, saya biasanya akan menggunakan layanan ini. Tinggal mencet tombol berwarna hijau, saya akan bisa menonton tayangan dari 99 channel tadi, tapi di jam-jam sebelumnya.

Misalnya nih, saya buka channel HBO trus saya nonton film yang beberapa jam, bahkan beberapa hari sebelumnya. Atau misalnya mau nonton tayangan Masterchef yang nggak ketonton, bisa dilakukan dengan mudah. Jadi pilihan filmnya buanyaaakkkk…

Kesimpulan

IndiHOME Fiber itu keren. Akhirnya Telkom bikin bundling paket yang oke. Biaya yang saya keluarkan per bulan saya rasa sebanding dengan layanan yang saya terima. Masalah mahal atau murah sih itu relatif, tapi dengan layanan yang saya dapat udah oke kok. IndiHOME Fiber cocok untuk penggunaan rumahan saja, misalnya dijadikan warnet atau RT/RW-Net sih bisa saja, tapi jika mau memiliki server yang menjalankan berbagai macam services maka sebaiknya jangan pilih ini. Kelemahan kualitas gambar UseeTV juga sudah ditutupi dengan layanan canggih yang ditawarkan.

It’s worth it.

Wi-Fi Aware™

wifi-aware

Wi-Fi, sebuah teknologi yang mengubah dunia, dimana kita dapat berkomunikasi dengan siapapun secara wireless. Berkat Wi-Fi ini jugalah kita dapat menikmati segala fitur canggih yang ditanamkan pada smartphone. Lima belas (15) tahun yang lalu, mungkin tidak pernah terbayangkan jika seseorang dapat mengirim pesan tanpa melalui kabel, saat itu hanya media kabel yang dapat menghubungkan perangkat komunikasi, baik komunikasi teks ataupun suara. Pemancar frekuensi radio saat itu juga masih dikuasai pihak-pihak tertentu, di Indonesia juga frekuensi 2,4 Ghz belum dibebaskan seperti sekarang. Sehingga saat itu mustahil bagi orang biasa untuk berkomunikasi secara nirkabel.

Sekarang, jaman teknologi maju, jaman Internet. Setiap orang dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui perangkat nirkabel yang terhubung ke hotspot. Sepertinya tidak ada lagi yang lebih keren daripada penemuan Wi-Fi di awal 2000-an. Namun ternyata, baru-baru ini Wi-Fi Alliance mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan Wi-Fi Aware™: Discover the world nearby. Sebuah peningkatan kemampuan Wi-Fi yang selama ini kita kenal. Nantinya perangkat nirkabel akan melakukan pencarian informasi dan layanan sebelum melakukan hubungan komunikasi. Semuanya dilakukan secara seamless, nantinya smartphone akan terasa lebih cerdas, kita akan lebih mudah untuk menerima informasi ataupun membagikan informasi.

Tertarik? Bersabarlah hingga akhir 2015 ini.

Google Kuwalik

com-google

April Mop!

Setiap tanggal 1 April, yang katanya adalah hari iseng sedunia ini, saya selalu menunggu kejutan April Mop dari Google. Kali ini di tahun 2015 rupanya Google selo membuat tampilan search engine yang terbalik lengkap dengan mempersiapkan domain yang bernama com.google

Tampilan halamannya terbalik dengan terbaca dari kanan ke kiri, begitu juga dengan hasil pencariannya.

com-google-hasil

Google, kamu selo banget.

Seberapa Aman Passwordmu?

how-secure-is-my-password

Pencurian password masih menjadi primadona, hal ini tidak terlepas dari makin banyaknya layanan yang tersedia di Internet yang membuat penggunanya semakin malas untuk mengganti password. Padahal, saat ini metode autentikasi yang tersedia masih mengandalkan gabungan username dan password. Bayangkan bila kita terdaftar di 10 layanan web yang berbeda, artinya harus membuat akun di masing-masing layanan tersebut, betapa malasnya apabila harus mengganti password secara rutin. Parahnya lagi, biasanya karena ingin tidak lupa maka semua akun tersebut akan diberi password yang sama. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk melakukan aktivitasnya.

Pencurian password pada dasarnya memiliki berbagai tahapan dan teknik, tidak ada satu metode yang dianggap paten atau ces-pleng untuk mendapatkan password. Tidak jarang password yang didapatkan masih berbentuk enkripsi sehingga perlu melakukan decrypt supaya bisa membaca password aslinya. Nah, saya menemukan sebuah website untuk mengukur sejauh mana tingkat keamanan password yang kita buat, website tersebut akan memprediksi lama waktu yang dibutuhkan untuk men-decrypt password yang tercuri.

Bagi pemula, biasanya mereka hanya memiliki resource yang terbatas. Katakanlah laptop pribadinya yang diinstall software cracking password dan sudah dilengkapi dengan kamus yang didapatkan dari forum-forum hacker. Secanggih apapun softwarenya, tetap saja proses cracking membutuhkan perangkat hardware untuk melakukan perhitungan. Berikut ini beberapa hasil yang saya dapatkan dari website How Secure is My Password.

Password Tanggal Lahir

Password Tanggal Lahir

Gambar diatas menunjukkan waktu kurang dari satu detik untuk cracking password yang berupa tanggal lahir. Panjangnya 8 karakter dengan password : 17081945. Jadi hindari menggunakan tanggal lahir sebagai password.

Password Generik

Password Generik

Buat yang pernah membaca beberapa tutorial, biasanya penulisnya akan membuatkan password yang mudah diingat tapi sudah cukup kompleks. Misalnya : P@ssw0rd. Namun ternyata password jenis ini juga masih bisa dicrack dalam waktu 3 hari saja. Sudah saatnya untuk ganti password ya.

Solusinya?

Ada beberapa solusi untuk membuat password :

  • Gunakan gabungan password sebelumnya.
  • Gunakan kombinasi karakter
  • Buat minimal 10 karakter

Hasilnya dapat dilihat dari gambar dibawah. Saya menggunakan gabungan password menjadi : P@ssw0rd_17081945.

 

Password Gabungan

Terlihat dengan menggunakan gabungan password, karakter aneh, dan jumlah yang lebih dari 10 karakter sudah dapat mengurangi resiko pembajakan. Cracker membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengetahui apa isi password. Tentunya ini juga semakin susah jika kita rutin mengganti password selama periode tertentu.

Namun demikian, password tetaplah password, dia berfungsi layaknya kunci gembok.

Bijaksanalah dalam menggunakan Internet.

 

Bermain 3D.City

 

3d-city-menu

Sudah pernah main SimCity? Game simulasi dimana kita menjadi walikota untuk memanajemen kota yang meliputi pembangunan infrastruktur hingga menyenangkan warganya. Saya sudah tidak ingat sekarang sudah sampai versi berapa, tapi yang jelas fiturnya semakin kaya, tingkat kesulitannya meningkat, kecerdasan dari setiap karakter juga semakin oke, dan tentunya spek komputer untuk memainkannya sudah semakin tinggi. Bagaimana dengan yang spek komputernya pas-pasan?

Saya baru saja mencoba 3D.City, sebuah game mirip SimCity berbasis web yang dibangun dengan library three.js dan Sea3D. Kesan pertama, gamenya sederhana karena memang kalo bicara texture, kurang detail dibandingkan dengan SimCity. Tapi untuk sekelas game berbasis web, gameplay dan fitur yang ditawarkan sudah hampir menyamai SimCity. Saat memulai game, kita akan diberikan sebidang tanah yang bisa kita kelola. Sama dengan SimCity dimana kita harus mengawali dengan menetapkan wilayah perumahan, bisnis, dan pabrik. Lalu membangun perusahaan listrik dan disambung dengan tiang listrik. Sisanya, game akan berjalan sendiri.. namanya juga simulator. Kita tinggal merespon apapun yang muncul.

3d-city

Coba deh main 3D.City, lumayan buat iseng dikala senggang. Tapi pastikan koneksi Internet lagi bagus ya.