Sukses Itu Mencari Pengalaman

Wah, ndak terasa saya sudah hampir setahun bekerja di Jakarta, kota yang memberikan banyak sekali kesempatan, tinggal bagaimana kita melihatnya. Kemudian jadi ingat pas awal-awal bekerja setahun yang lalu, cukup banyak cerita yang jika diingat membuat saya menjadi semakin bersyukur karena berani mengambil keputusan ini dan keluar dari zona nyaman yang sudah bersama saya selama lima tahun terakhir.

Tidak, saya tidak meninggalkan profesi saya sebagai Dosen. KTP saya juga masih tertulis Dosen, cuma berubah dikit aja, tidak banyak, dan tidak penting buat diceritakan.

Oke, dalam setahun ini saya sudah berpindah lokasi kerja satu kali. Tadinya saya berkantor di sebuah digital agency di daerah Jakarta Selatan, sekarang saya dimutasi ke sister company di daerah Jakarta Pusat. Lebih dekat dengan Gambir, tapi sayangnya nggak bisa tidur di kantor lagi hahaha. Kemudian saya pernah “menolak” sebuah tawaran pekerjaan dengan tawaran yang sangat menggiurkan, namun setelah berkonsultasi dan mempertimbangkan berbagai hal, dengan berat hati saya harus menolak tawaran itu. Mungkin suatu saat saya akan menyesal, tapi saya masih yakin dengan pilihan saya.

Bekerja di Jakarta tanpa sadar membuat saya sedikit berubah, namun dalam arti yang positif. Saya jadi lebih berani dan cepat mengambil keputusan, suatu hal yang dulu tidak mungkin saya lakukan. Saya juga lebih berani untuk mengutarakan pendapat, karena jika tidak begitu bakalan tertindas hahaha. Selain itu jadi lebih merasakan kemajuan teknologi, peliknya masalah, dan tertantang untuk memberikan solusi yang level kesulitannya berkali-kali lipat saat di Semarang dengan kualitas yang berkali-kali lipat juga.

Saya jadi mengerti kenapa selisih gaji atau nilai kontrak di Jakarta dengan di Semarang itu sangat jauh berbeda. Di Jakarta tidak ada yang namanya kualitas pas-pasan atau toleransi tinggi, karena kita selalu mendapatkan ekspetasi yang sangat tinggi dari orang lain. Masing-masing sudah harus paham dengan kewajiban masing-masing baru nanti akan mendapatkan hak yang sudah dijanjikan. Menghargai janji dan waktu dengan orang lain adalah kunci utama, karena semua orang sibuk. Ketika kita mendapatkan sebuah kesempatan, tidak boleh dilewatkan.

Sisi positifnya, pikiran saya menjadi lebih terbuka dan pengetahuan menjadi semakin mendalam. Tadinya mungkin saya hanya tau kulitnya saja, tapi sekarang sudah jauh lebih paham dengan konsep dasarnya. Alhamdulillah tahun ini sudah ikut dua kali international conference.

Saya masih punya waktu hingga Febuari 2017 untuk mencari pengalaman disini. Mudah-mudahan cukup bekal untuk nantinya dibagikan ke mahasiswa, supaya mereka tau dan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapai persaingan di bidang IT. Bagaimana selanjutnya? Tentunya masih jadi Dosen, tergantung nanti penawarannya bagaimana hahaha…

6 Replies to “Sukses Itu Mencari Pengalaman”

  1. Wohooooo…!

    Berasa Jakarta adalah perguruan silat dengan banyak guru dan banyak jurus. Maju itu hidup, mundur itu mati. Tulisan ini relatif mewakili aku juga mas sebagai anak daerah! Jakarta nggak sekejam itu kok. Tapi ojo kesuwen nang Jakarta, ndak nyaman.

    Hohoi.

Tinggalkan Balasan