Hidup Yang Berkecukupan

aby0rXO_460s

Ketika sedang browsing di 9GAGĀ kebetulan saya menemukan gambar diatas. Sesaat saya tertegun karena gambar itu karena memang benar adanya. Penampilan seseorang tidak selalu menunjukkan kondisi hidupnya yang sebenarnya, banyak sekali cerita mengenai diskriminasi orang akibat dari penampilan, kemudian pelayanan yang lebih mengutamakan orang-orang dari golongan tertentu. Pastinya pengalaman itu pernah dialamiĀ oleh siapapun, termasuk saya.

“Hiduplah yang berkecukupan”

Itu nasehat orang tua ketika saya sudah mulai bisa mencari penghasilan sendiri. Hidup yang berkecukupan bermakna kita harus tau kapan harus berkata cukup. Parameter yang susah untuk ditetapkan sendiri, perlu belajar dari lingkungan yang tepat untuk memahami hal itu, karena kata “cukup” bagi setiap orang pastilah berbeda.

Saya pernah merasakan bekerja di kantor dengan pendapatan tinggi, elit, dan keren. Tapi karena saat itu saya belum mengerti arti kata “cukup”, sehingga yang saya dapatkan bukanlah hidup yang nyaman, tapi malah meninggalkan hutang dimana-mana. Belajar dari pengalaman, sekarang dengan pekerjaan yang notabene lebih ke pengabdian ke masyarakat, pendapatan yang tidak setinggi dari kantor sebelumnya, namun saya malah merasakan hidup yang berkecukupan.

Jadi sekali lagi, hidup yang berkecukupan itu tidak selalu dilihat dari jumlah gaji yang diterima setiap bulannya. Saya pikir malah lebih ke rasa bersyukur saat kita menerima penghasilan tersebut. Dulu saya kurang bersyukur, taken for granted lah bahasa kerennya, akhirnya saya tidak pernah merasa cukup.

Syukuri setiap rejeki yang kita miliki, berapapun jumlahnya.