Saya Jualan Tiket Lhoo…

logoTiketMe

Sudah hampir 2 tahun terakhir ini saya berbisnis berjualan tiket, sengaja belum saya publish secara luas karena memang selama itu sedang meraba pasar dan melakukan trial&error sistem tiket yang saya gunakan. Selama ini pemasaran hanya saya lakukan dengan sistem getok-tular, artinya ya memang hanya orang-orang di lingkaran saya saja yang tau bahwa saya selain dosen juga merangkap sebagai calo tiket hahaha….

Pemilihan nama travel agent pengennya yang simpel dan mudah diingat, dari sekian banyak kandidat nama yang beredar, akhirnya saya memilih menggunakan nama Tiket.Me. Alasannya simpel, mudah diingat, dan langsung kelihatan saya itu jualan apa. Selain itu memang saya memposisikan diri sebagai personal travel agent, yang bisa direpotin kapan saja.

Website sudah tayang dengan alamat yang sama, yaitu http://tiket.me. Kemudian logo juga sudah dibuat seperti yang terlihat pada awal tulisan ini. Itu saya pesan dari mahasiswa yang kebetulan jago desain, jadi yaaa.. itung-itung memanfaatkan mengkaryakan mahasiswa demi kemajuan bersama *halah*

Akhirnya, setelah merasa sistem yang digunakan sudah oke, kemudian pasar juga semakin meluas. Saya publish juga layanan tiket ini di website. Yaaa.. tetap saja sih yang tau juga hanya Anda yang kebetulan membaca postingan saya ini. Siapa tau nanti sewaktu-waktu Anda melihat logo saya nempel di beberapa tempat, yakinlah.. ada saya dibalik logo itu.. *jeng-jeng-jeng*

 

Cloud Storage, Amankah?

144635414

Beberapa minggu terakhir ini, saya dikejutkan oleh berita bahwa iCloud berhasil ditembus oleh hacker yang mengakibatkan beberapa foto telenji milik artis-artis Hollywood tersebar ke Internet (wuhuuu~). Sebagai orang yang mempelajari cloud computing tentunya saya merasa terusik dengan pemberitaan ini, sekaligus bersemangat bahwa teknologi cloud computing ini masih perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Pertanyaannya sederhana, apakah menyimpan data di cloud itu aman?

Jika kita mengacu pada pengertian cloud computing yang ditulis oleh Peter M. Mell dan Timothy Grance dari NIST pada tahun 2011 yang menyebutkan bahwa Cloud Computing merupakan pengembangan dari teknologi jaringan komputer yang bertujuan supaya mempermudah dan dinamis dalam pengelolaannya. Ketika menyebut bahwa iCloud jebol kemudian menyebutkan bahwa cloud computing itu tidak aman, saya rasa agak sedikit berlebihan. Memang benar keamanan iCloud sudah tembus dengan bukti beredar foto-foto itu di Internet, saya rasa Anda juga sudah melihatnya khan?

iCloud merupakan contoh produk dari salah satu layanan cloud computing, yaitu layanan Software as a Service (SaaS) dimana kita sebagai pengguna cukup mendaftar kepada penyedia layanan kemudian kita pasrah kepada penyedia itu mengenai segala sesuatunya. Maksudnya, kita hanya dapat mengatur terbatas pada hak akses yang diberikan, yaitu berupa account. Nah, dengan akun ini kita dapat melakukan koneksi dengan perangkat iDevice kemudian upload apapun dari perangkat ke iCloud. Mengenai keamanan? Kita hanya bisa percaya kepada Apple bahwa mereka akan menjaga keamanan datanya.

Jadi intinya, kita hanya mengandalkan modal kepercayaan saja.

Apakah salah? Tentu saja tidak, modal ini juga kita gunakan di berbagai tempat, sebut saja DropBox, Google Drive, dan Microsoft OneDrive. Kita disini hanya berposisi sebagai pengguna yang sudah terlanjur setuju dengan User Agreement. Saran saya, coba baca kembali isi dari user agreement yang telah kita setujui, apakah penyedia layanan itu menjamin keamanan data yang kita simpan. Bandingkan antar penyedia layanan, pilih yang Anda percayai.

Cloud computing merupakan teknologi yang masih muda dibandingkan dengan teknologi yang lain, jadi memang masih perlu banyak pengembangan. Tentunya kita jangan hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada penyedia layanan, tapi tingkatkan pengamanan pada diri sendiri seperti memperhatikan masalah kekuatan password. Beredar info bahwa sebetulnya bukan iCloud yang jebol, melainkan akun dari masing-masing artis itu yang berhasil ditembus oleh hacker. Bila itu benar, maka sebetulnya kesalahan tidak hanya di pihak Apple saja, melainkan juga dari si artis itu sendiri.