Selamat Pagi dan Selamat Lebaran

 

118177626

Selamat pagiiii… Suara takbir dan masjid sudah terdengar, tanda masjid sedang menyiapkan sarana untuk shalat ied. Biasanya jam segini sudah siap-siap tidur lagi setelah subuhan, sekarang karena hari yang spesial malah ngeblog hahaha.. Jam biologis masih pakai mode Ramadhan, mudah-mudahan bisa bertahan untuk dalam waktu yang lama. Maksudnya, saya itu tipe orang yang susah bangun pagi bahkan sampai tak tulis di profile linkedin, nah semoga dengan mode Ramadhan ini, kebiasaan bangun pagi jadi sesuatu yang biasa saya lakukan.

Katanya, hari raya Idul Fitri merupakan awal yang baru. Maka ini adalah saat yang tepat untuk memulai kembali dengan sesuatu yang baru, kebiasaan yang baru, hati yang baru, pikiran yang baru. Tidak harus selalu baju atau sepatu yang baru khan?

Apalagi sekarang sudah saatnya kita kembali ke dunia nyata, kemarin pas bulan Ramadhan khan sering dikatakan bahwa saat itu pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Maka pastinya sekarang pintu neraka sudah dibuka lagi dan belenggu setan sudah dilepas lagi. Semoga dengan ujian yang kita hadapi sewaktu di bulan Ramadhan kemarin, kita lebih siap untuk menghadapi dunia nyata lengkap dengan berbagai macam godaannya.

Akhirnya, Taqabalallahu minna wa minkum. Selamat Hari raya Idul Fitri 1435 H

Takbiran dan Petasan

 

1858372

Alhamdulillah, hari terakhir berpuasa sudah terlewati dan artinya besok kita sudah bisa merayakan hari kemenangan. Seperti kebiasaan, maka malam ini sering disebut sebagai malam takbiran, dimana kita akan mengucapkan takbir tanda kebesaran Allah dan bentuk suka cita menyambut datangnya hari raya. Sehabis shalat Isya, masjid-masjid akan mengumandangkan takbir hingga esok hari, anak-anak dan remaja masjid akan berkeliling takbiran sambil membawa obor dan lampion untuk menyemarakkan malam.

Takbiran sekarang sudah agak berbeda, setidaknya yang terjadi di Tlogosari Semarang, tempat saya tinggal. Masih ingat dalam benak saya, dulu ketika H-1 lebaran seperti ini pasti Tlogosari akan sunyi senyap, karena sebagian besar penghuninya sudah mudik ke kampung halaman masing-masing, begitu juga saya kalo ndak ke Jogja ya ke Bandung. Namun sekarang, 30 tahun kemudian Tlogosari sudah berubah menjadi wilayah mudik, anak-anak yang merantau ke luar daerah seperti Jakarta akan mudik kesini, dan artinya sekarang takbiran menjadi lebih ramai.

Ramai? Banget! Gema takbir bersahut-sahutan antar masjid yang tersebar disini, tadi saya juga sempat melihat anak-anak yang takbir keliling sambil bawa lampion, seru sekali. Tapi sayangnya, suara gema takbir ini agak terganggu dengan suara petasan yang tiada henti, bahkan suara petasan ini cenderung mengalahkan suara takbir yang dikumandangkan masjid sekitar.

Mari berpikir positif saja, mungkin ini juga salah satu bentuk mengekspresikan kegembiraan dalam rangka menyambut hari raya, malam ini juga merupakan malam yang spesial karena malam inilah saat-saat berkumpul dengan sanak saudara, jadi jangan rusak kegembiraan malam ini dan mari kita nikmati malam menuju kemenangan dengan suka cita.

Kompetisi Saat Berbuka Puasa

 

182198183

Bulan Ramadhan sudah akan berakhir, nggak terasa sudah memasuki hari terakhir lhoo.. Selama sebulan berpuasa ini, ada sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu kompetisi saat berbuka puasa semakin ketat. Maksudnya begini, sudah jamak dan umum terjadi saat bulan Ramadhan tiba, akan ada agenda wajib yang bernama buka puasa bersama. Nah, acara buka bersama (bukber) ini baru akan sukses terselenggara jika sudah mendapatkan tempatnya dong. Masalahnya ternyata, mendapatkankan tempat bukber itu sekarang bukan perkara mudah.

Jangan membayangkan bukber untuk 10 orang, bukber dengan jumlah peserta yang lebih sedikit (max 4 orang) saja sekarang sudah susah untuk mendapatkan meja. Apakah karena jumlah meja yang tersedia kurang? Atau karena jumlah peserta bukber meningkat? Atau mungkin tidak adanya restoran baru yang dibuka? Menurut saya tidak. Ini sebetulnya ya masalahnya bukan dari mana-mana, melainkan dari diri sendiri. Kok bisa?

Sebuah tempat makan, tentunya mengandalkan kuantitas tamu yang datang untuk membeli makanan. Pendapatannya akan lebih meningkat jika tamu memutuskan untuk makan ditempat (dine-in), kok bisa? Karena tempat makan akan mendapatkan keuntungan berlipat dari penjualan minuman, coba saja hitung dan bandingkan harga es teh di restoran dengan apabila kita membuat sendiri. Akhirnya tamu akan membayar lebih tinggi dari apabila hanya memesan untuk dibungkus (take-away), apalagi jika makan di mall, harganya masih suka kena pajak 10% dan atau biaya layanan 2,5%.

Selain dari kuantitas tamu yang datang, tempat makan juga sangat terbantu dengan istilah “turning table“, yang artinya berapa kali meja dan kursi yang disediakan bisa melayani tamunya. Semakin lama tamu menggunakan meja itu, maka pendapatan tempat makan akan menurun, soalnya biasanya si tamu sudah nggak akan memesan makanan lagi. Itulah kenapa jika lagi makan di restoran, dan pelayan melihat piring kita sudah kosong biasanya akan bertanya apakah akan memesan lagi, jika kita menjawan “tidak”, maka piring tersebut akan diangkat. Ini merupakan strategi supaya tamu yang sudah selesai makan bisa segera pergi kemudian meja tersebut bisa digunakan oleh tamu yang lain.

Masalahnya apa?

Sesuai dengan judul yang saya tulis, selama sebulan ini saya memperhatikan turning table tempat makan yang saya kunjungi rata-rata rendah. Hal ini karena memang tempatnya sering dijadikan acara bukber, perilaku dari tamu yang datang pun juga rata-rata seragam, yaitu suka sibuk sendiri, heboh sendiri, menunda pesanan, dan menunda bayar.

Rata-rata yang datang secara bergerombol, pas sudah sampat ke mejanya juga tidak langsung memesan apalagi membaca buku menu padahal pelayan sudah memberikannya ketika mereka baru saja sampai. Yang biasa dilakukan adalah ngobrol atau malah foto-foto sambil cekikikan. Butuh waktu beberapa lama untuk mereka memesan, itupun kadang sudah dihampiri lagi sama pelayan untuk memastikan mereka siap memesan, biasanya mereka saat itu baru membaca buku menu, dan rata-rata tidak siap dengan mau makan apa. Waktu memilih cukup lama, itupun juga kadang dengan pesanan yang dimodifikasi (nggak pakai sayur, esnya dikit aja, kuahnya dikit, sayurnya agak dibanyakin, dll).

Ketika pesanan datang, yang dilakukan selanjutnya sudah bisa ditebak. Apa? langsung dimakan? Hahaha.. Difoto dulu doonngg.. Itupun juga diselingi sambil mengobrol, bahkan ada yang masing sibuk dengan smartphone hingga lupa sama makanannya sendiri. Selesai makan, nggak langsung pergi dong.. Foto lagi! Kalo perlu minta tolong difotoin sama pelayannya, tentunya nggak cukup cuma sekali.. tapi bisa 3-4 kali sampai dapat foto yang paling kece. Baru kemudian minta bill ke pelayan dan masih berdiskusi mengenai pembayaran, hingga akhirnya seluruh pesanan dibayar dan baru beberapa lama kemudian rombongan itu meninggalkan mejanya.

Bukber yang menyenangkan bukan?

Trus masalahnya apa? Nah, ya seperti yang saya bilang di awal, kompetisi mendapatkan tempat makan saat berbuka puasa sangat sengit, bagi yang sudah mendapatkan tempat biasanya akan memanfaatkan tempatnya sepuas-puasnya. Bagi yang terlambat, otomatis akan masuk waiting list, menunggu hingga tamu yang sudah mendapatkan tempat selesai melakukan segala rutinitasnya. Tentunya kalo kita menunggu orang makan, harapannya ya kalo sudah makan ya sudah, yuk gantian tempatnya.. Tapi jika menunggu rutinitas yang saya jelaskan di awal, maka hakekat puasa yang sebenarnya akan berlaku hingga saatnya berbuka puasa, yaitu sabar…

Ternyata keluhan ini tidak hanya dari sisi tamu yang masuk waiting list seperti saya, melainkan juga dari pemilik tempat makannya sendiri. Memang benar, jika kita makan disitu maka hak kita untuk duduk disana semau yang kita mau, hak kita untuk memesan dan membayar, hak kita juga untuk meminta pelayanan lebih kepada pelayan, soalnya mbayar.. Tapi ingat, itu khan tempat umum.. Orang lain juga mampu kok bayar sebanyak yang kita keluarkan.

Nah, kembali ke keluhan pemilik tempat makan. Ternyata hal ini tidak saja terjadi di Indonesia, melainkan di semua negara. Bahkan ada restoran yang sampai menyewa pihak ketiga untuk menganalisis mengenai performa restorannya. Si pemilik restoran ini merasa aneh dengan review tamu-tamunya di Internet. Rata-rata pada bilang waiting list terlalu lama, susah mendapatkan tempat, dan pelayanannya lama. Padahal si pemilik sudah melakukan yang maksimal seperti menambah jumlah staff dan menghilangkan menu yang susah, tapi kok keluhan dari tamu masih muncul juga.

Hasilnya diluar dugaan, dan itu sangat memprihatinkan…

ab5jE7r_700b

 

Akhirnya Punya Microwave

Niatnya sudah lama, pengen punya microwave supaya bisa memasak lebih banyak jenis makanan. Kebetulan juga menjelang Idul Fitri biasanya toko elektronik suka bikin midnite sale, jadilah kemarin sama adekku (Oshei) berkeliling untuk nyari microwave. Alasan lain sih pengen gantian ngasih kado lebaran buat orang tua, soalnya sudah (numpang) hidup selama 30 tahun tapi belum pernah kasih kado lebaran yang oke. Pas juga THR juga barusan cair, jadi ndak ada salahnya kalo lebaran tahun ini bantuin lengkapin dapur dengan microwave.

Pilihan pertama adalah Lotte Mart, langsung nemu microwave merk Sharp dan langsung suka soalnya bentuknya futuristik dan fiturnya lumayan lengkap. Serinya adalah Sharp Microwave R-728(S)-IN. Di Lotte Mart kasih harga sekitar IDR 1.350.000, oke masih masuk budget. Perburuan kemudian pindah ke Hypermart, disitu harganya IDR 1.340.000. Hmm.. cuma selisih 10 ribu aja dan nggak bisa diantar. Ini jadi masalah soalnya lokasi Hypermart cukup jauh dari rumah.

Selanjutnya kami pindah ke Global Elektronik yang ada di jalan Pandanaran, waktu itu sudah sekitar jam 21:00. Ternyata harga yang ditawarkan lebih murah dari dua toko sebelumnya, yaitu IDR 1.250.000, sayangnya barangnya kosong dan adanya di gudang jalan Fatmawati. Setelah diskusi sebentar sama Oshei, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Global Elektronik yang di jalan Fatmawati, barangnya sisa satu dan harganya IDR 1.199.999. Akhirnya, jam 22:30 itu saya deal transaksi untuk pembelian Microwave R-728(S)-IN.
IMG_20140720_093842

Review

Kesan pertama dari microwave ini adalah, keren! Apalagi buat saya yang belum pernah punya microwave. Dengan kapasitas 25 liter, saya rasa termasuk yang ukuran besar buat penggunaan rumahan. Selain itu pintu microwave bisa dibuat ngaca hahahaha… Daya yang dibutuhkan untuk microwave 900w trus bila digunakan untuk grill sebesar 1000w. Oh iya, microwave seri ini memiliki tiga fitur yaitu microwave, grill, dan kombinasi microwave/grill. Pilihan auto menu juga lumayan, minimal ada untuk bikin popcorn dan menghangatkan pizza. Panel menu cukup gampang lah.

Oke, saya belum bisa kasih review banyak karena juga ini masih gumun sama microwave-nya. Iya, saya orangnya gampang gumunan hahaha…

Pantau Lalu Lintas Pesawat Secara Real Time

Dunia penerbangan sedang berduka, kali ini maskapai Malaysia Airlines kembali mengalami musibah setelah salah satu pesawatnya jatuh dan hingga tulisan ini ditulis, penyebabnya masih simpang siur. Kemudian juga muncul berita bahwa sekarang di wilayah udara Ukrania sedang kosong akibat imbas dari jatuhnya Malaysia Airlines. Apakah ada hubungannya antara keduanya? Kita tunggu saja penyelidikan dari pihak yang berwenang.

Tulisan ini bukan untuk membahas insiden memilukan itu, tapi lebih ke gimana sih cara memantau lalu lintas penerbangan? Biasanya yang boleh melihat data lalu lintas penerbangan hanyalah petugas yang bekerja di bagian ATC (Air Traffic Control), merekalah yang akan mengatur lalu lintas penerbangan dan bandara supaya lancar jalannya. Mirip sama pak Polantas yang mengatur lalu lintas di jalan raya. Nah, ternyata data-data yang disimpan oleh petugas ATC itu dapat diakses dan kemudian kita dapat memantau penerbangan itu secara real time.

Silakan buka web FlightRadar24 untuk melihat informasi yang saya maksud.

flightradar24

 

Gambar diatas itu adalah contoh data real time pesawat yang sedang terbang, saya biasa menggunakan ini untuk memantau penerbangan semua penumpang yang membeli tiket sama saya. Jadi setidaknya saya bisa tau apakah pesawat yang mereka tumpangi itu bakalan delay atau ndak. Selain itu ada keasyikan tersendiri saja melihat icon pesawat yang bergerak dengan berbagai informasi yang menyertainya.

Training dan Exam MTCNA

 

1407NA247

Jadi ceritanya sudah 3 hari ini saya berada di Jakarta, sedang ikut training sekalian exam untuk mengambil sertifikasi MTCNA. Itu adalah sertifikasi internasional untuk perangkat Mikrotik, jadi dengan memiliki sertifikat tersebut, maka seseorang dianggap mampu untuk mengkonfigurasi router Mikrotik sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Mikrotik sendiri. Sertifikasi ini sangat berguna bagi siapapun yang memiliki minat pada jaringan komputer, terutama untuk meningkatkan skill. Selain itu, sertifikasi ini juga untuk menjamin kepada stakeholder bahwa perangkat yang mereka miliki sedang dipegang oleh engineer yang berkualifikasi.

Saya rasa penjelasan mengenai sertifikasi Mikrotik yang meliputi MTCNA, MTCRE, MTCINE, dan lain sebagainya tidak perlu diulas disini, sudah banyak kok yang membahas ini. Saya mengambil training dan ujian MTCNA di ID-Networker, lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri pada sertifikasi dari Cisco, Juniper, dan Mikrotik. Kebetulan mereka adalah teman-teman saya sewaktu di Semarang, sekarang mereka telah hijrah ke Jakarta dan kemudian ngumpul lagi untuk membesarkan ID-Networker. Jadi saya ikutan training ini malah lebih ke reuni hahaha..

ID-Networker lokasinya berada di daerah Slipi, tepatnya di Jalan Anggrek Cendrawasih II No 14a. Lokasinya gampang diakses, terutama jika lewat gang setelah Apartemen Slipi, karena itu sudah jalan Anggrek Cendrawasih. Tinggal nyari lokasinya saja. ID-Networker itu berupa rumah kontrakan yang terdiri dari 2 kamar yang dijadikan kelas, tempatnya memang sederhana, but don’t judge a book by it’s cover.

Ruang Lab ID-Networker
Ruang Lab ID-Networker

Materi yang disampaikan sangat mengena dan disampaikan dengan lugas. Trainer saya namanya mas Ropix (Rofiq Fauzi), kebetulan saya sudah kenal lama semenjak masih tinggal di Semarang. Oleh mas Ropix, materi disampaikan dengan santai tapi tepat sasaran. Setiap peserta dipinjami perangkat RB951 yang bebas digunakan walaupun jam training sudah berakhir. Training dimulai dari jam 09:00-17:00, tapi saya malah seringnya selesai ngoprek setelah jam 22:00. Mikrotik bukan untuk dihapalkan, tapi untuk dicoba dan terus dicoba.

Ujian dilaksanakan pada hari ketiga, waktunya cuma sejam untuk menjawab 25 soal. Nilai minimal untuk lulus adalah 60%, dan saya mendapat 87%. Sertifikat langsung bisa didownload trus dicetak sendiri, kalo mau dicetak oleh Mikrotik katanya harus bayar $30. Oh iya, gelar MTCNA boleh dipasang di belakang nama dan memiliki masa berlaku selama 3 tahun. Lewat dari itu harus memperpanjang dengan ujian lagi atau ambil sertifikasi diatasnya, misalnya MTCRE.

Saya ikutan training ini lebih untuk belajar kembali ilmu networking yang sudah lama tidak saya gunakan. Selain itu juga untuk upgrade skill karena skill harus terus ditingkatkan. Kalo gelar MTCNA? Anggap saja sebagai bonus 🙂

 

 

Ayo Kita #KawalKPU

 

Dua Tiga hari sudah berlalu sejak hari pemilihan umum, hingar-bingar masa kampanye telah berakhir, suara telah diberikan oleh masing-masing pendukung, sebagian besar rakyat Indonesia telah menunaikan hak pilihnya. Sekarang saatnya KPU melaksanakan tugasnya untuk mengemban amanah melakukan perhitungan suara, sesuatu yang nantinya akan menentukan kemana arah Indonesia akan dibawa, oleh siapa, dan dengan cara apa. Setiap capres/cawapres memiliki kelebihan dan kekurangannya, rakyat sudah memilih, saatnya menunggu hasil untuk menentukan pemenangnya.

#KawalKPU

Kotak suara yang menampung jutaan suara dari rakyat Indonesia saat ini sedang dihitung. Tentunya ini sangat rawan kecurangan, siapa yang bisa menjamin bahwa kotak suara dari TPS tempat kita mencoblos, datanya tidak berubah hingga ke KPU Pusat? Butuh kerjasama dan pengawasan dari kita supaya semua suara yang telah diberikan tidak dimanipulasi. Ayo kita #KawalKPU.

Rasanya sedih ketika membaca timeline bahwa terdapat percobaan untuk mengubah data yang dilakukan oleh segelintir oknum, saya yakin tujuannya satu yaitu untuk memenangkan salah satu calon. Bisa dibayangkan apa yang akan Indonesia dapatkan jika pemimpinnya menang dengan cara yang tidak terpuji? Bahkan dari segi pemilihan umum saja sudah memanipulasi, apakah ada jaminan nanti 5 tahun mendatang tidak ada yang dimanipulasi? Ayo kita #KawalKPU.

Masyarakat sekarang telah berbeda dengan 5 tahun lalu, masyarakat sekarang sudah melek teknologi, siapapun sudah dapat mengakses data secara mudah dan transparan. Semoga ini menjadi pertanda kepada semua pihak yang mengurusi pilpres ini supaya mengerjakan tugasnya sebaik-baiknya dan jujur. Ayo kita #KawalKPU.

Terakhir, mari kita bersabar menunggu tanggal 22 Juli 2014. Tidak perlu melakukan hal-hal yang kurang penting, apalagi menyebar sampah di social media. Itu tidak ada gunanya, karena suara telah diberikan dan sedang dihitung. Lebih baik sekarang saatnya membersihkan sampah yang telah disebarkan, namun sesungguhnya semua sampah yang telah disebarkan di Internet tidak akan pernah hilang selamanya. Semoga sampah itu tidak mengikuti masa depan Anda.

Ayo kita #KawalKPU.

Buka website Kawal Pemilu 2014 untuk memantau hasil penghitungan di tiap TPS

Menunaikan Hak Pilih

 

Sudah memberikan suara di TPS terdekat? Bila sudah, maka selamat! Anda termasuk WNI yang beruntung bisa memberikan hak pilihnya pada pilpres 2014 ini. Cukup banyak berita yang mengabarkan sebagian WNI yang gagal memberikan hak pilihnya karena banyak hal. Maka bila Anda mendapatkan kesempatan untuk memberikan suara, segera datang ke TPS terdekat dan berikan suara Anda.

Saya tentunya sudah juga dong, semoga suara yang saya berikan dapat membantu menentukan arah Indonesia selama 5 tahun mendatang di tangan calon yang pilih.

Ayo Memilih Untuk Indonesia

Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, artinya besok saya (dan Anda) akan mengikuti pilpres 2014. Sebuah pesta demokrasi terbesar (dan paling seru) di Indonesia untuk menentukan arah kemana Indonesia akan berjalan selama 5 tahun ke depan. Melanjutkan postingan saya sebelumnya mengenai pentingnya memberikan hak suara, bahwa sesungguhnya sebuah negara akan maju jika didukung oleh warga negaranya. Bentuk dukungan itu bisa dalam berupa sumbangan pikiran dan tenaga, namun jika itu saja tidak sanggup, maka kita bisa memberikan rasa kepedulian kita. Bentuk dari rasa kepedulian itu adalah suara.

Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, saatnya meyakinkan diri untuk siapa yang harus kita pilih esok hari. Semua kandidat sudah memberikan visi dan misi, tim sukses sudah berkampanye dengan berbagai macam strategi, media sudah memberitakan segala hal yang berkaitan dengan masing-masing capres dan cawapres, pemerintah daerah sudah menyiapkan jajarannnya dan berkoordinasi dengan kepolisian serta TNI untuk mengamankan jalannya pemilu presiden, petugas KPU sudah mensosialisasikan kegiatan pilpres ini sejak jauh-jauh hari, warung kopi sudah menyediakan tempat untuk ajang berdiskusi. Semua itu harus dihargai.

Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, saya sudah menetapkan diri untuk mendukung salah satu calon sejak jauh hari. Hanya profesi saya saja yang membuat saya selama ini untuk tidak menunjukkan kepada publik bagaimana saya berpolitik. Saya selalu percaya bahwa profesi pendidik harus netral di dalam politik, harus berimbang, dan memberikan edukasi kepada mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan hak pilih mereka. Iya, saya berpolitik dengan cara saya sendiri. Mungkin baru tadi malam saja beberapa tweet saya mulai keluar.

Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, mari kita sukseskan pilpres 2014.

Bersihkan Laptop Supaya Sehat

158595506

Saya menggunakan laptop Asus N43SL yang dibeli pada awal tahun 2011. Laptop ini sudah menemani saya dalam berbagai kesempatan, seperti mengajar, jadi pembicara, bikin thesis, hingga bermain game. Performa laptop ini cukup memadai untuk menjalankan program yang saya butuhkan, apalagi setelah upgrade RAM menjadi 8GB bikin laptop ini semakin mantap untuk dibuat ngegame. Hingga akhirnya beberapa bulan terakhir ini performanya tiba-tiba menurun.

Bermula dari upgrade OS menjadi Windows 8 dilanjutkan Windows 8.1. Performa laptop menjadi drop, dengan ciri-ciri respon menjadi lambat, cepat panas bahkan cenderung overheat, kipas berisik, dan kalo dibuat ngegame jadi patah-patah. Analisis awal karena masalah driver yang tidak kompatibel, soalnya Asus N43SL ini didesain hanya menggunakan Windows 7. Namun setelah saya downgrade lagi menjadi Windows 7, masalah tidak hilang bahkan cenderung menjadi lebih parah. Game sekelas Counter Strike saja bisa ngelag! Ini tentunya sebuah penghinaan! Hahahaha..

Penasaran, kemudian saya mencari jawabannya di berbagai forum. Rata-rata pada bilang driver dan kipas yang kotor. Saat itu saya hanya memperhatikan masalah driver, bukan masalah kipas yang kotor. Ternyata, setelah mencoba berbagai macam driver selama berbulan-bulan, masalah utama laptop ini adalah dari kipas yang kotor, tidak hanya itu ternyata saya melupakan masalah pasta. Iya, sejenis gel yang melapisi prosesor dan kartu grafis supaya tidak mengalami overheat. Nah, saya yakin pasta dan kotornya kipas menjadi masalah utama, sehingga perlu dibersihkan segera.

Kebetulan pas saya di Jogja seminggu yang lalu, saya melihat ada tukang servis laptop di sekitar kosan. Ya sudah, saya masukkan saja kesana dan dicharge IDR 130.000. Dugaan saya benar, setelah dibersihkan dan mengganti pasta, sekarang performa Asus N43SL saya kembali semula dan semakin khusyuk dibuat ngegame hehehe…