Menyicip Layanan Amazon Web Services

Sebetulnya ini adalah kegiatan di waktu luang saat sedang serius sibuk mengerjakan tesis, beberapa bulan yang lalu. Kebetulan saya sedang menyusun tesis dengan tema cloud computing, maka kurang afdol jika belum menyicip layanan cloud computing, itung-itung bisa buat jadi referensi dalam penulisan tesis.

Ceritanya saya di kantor juga ditugaskan untuk develop website fakultas yang beralamat di http://ftik.usm.ac.id. Statusnya website sudah online dan dibangun dengan WordPress Multisite. Web tersebut saya letakkan di hosting yang sama dengan website USM. Nah, ini kesempatan untuk eksprerimen dengan layanan cloud computing, setidaknya dengan melakukan migrasi web FTIK dari hosting ke layanan cloud computing.

Saya sudah mengenal Amazon sejak mereka masih fokus jualan buku. Sekarang rupanya Amazon mulai fokus untuk bermain di pasar cloud computing. Mereka serius melakukannya, terbukti dengan memiliki hampir semua macam layanan yang bisa diberikan oleh penyedia cloud computing manapun. Saya lebih tertarik dengan layanan IaaS yang mereka berikan, dimana sangat fleksibel dan cukup memakai hanya yang saya butuhkan saja. Harga? menurut saya (saat itu) masih menurut murah dibandingkan harus menyewa VPS untuk bermain-main dengan server. Apalagi jika untuk member baru, kita bisa pakai selama setahun sepuasnya, layak untuk dicoba.

 

Amazon Web Services (AWS) menyediakan berbagai macam layanan, ini cukup membingungkan bagi pemula macam saya. Untunglah AWS menyediakan dokumentasi yang jelas mengenai fungsi dari masing-masing layanan, hasil pencarian di Google juga sangat membantu, terutama testimonial dari beberapa pengguna lain yang sudah menggunakan layanan AWS. Akhirnya, layanan yang saya gunakan adalah Amazon EC2 dan Amazon Cloudfront. Untuk penjelasan mengenai EC2 dan Cloudfront akan saya berikan pada tulisan terpisah saja ya.

Yang saya suka dari cloud computing adalah model pembayaran yang bersifat pay-per-use. Berbeda dengan layanan VPS dan hosting yang mengharuskan saya untuk membayar penuh di awal bulan, walaupun mungkin hanya beberapa jam saja penggunaannya. AWS juga menerapkan model pembayaran pay-per-use dengan rincian yang cukup detail sehingga saya merasa “puas” dengan biaya yang harus saya berikan.

 

Bagaimana cara pakainya? Inilah yang saya sukai dari AWS, mereka sadar akan adanya pengguna baru cloud computing macam saya. AWS menyediakan AWS Marketplace yang menyediakan berbagai macam aplikasi siap pakai yang tinggal klik-klik. Contoh yang saya gunakan adalah Bitnami WordPress Multisite. Cukup dengan beberapa klik saja maka WordPress Multisite sudah terinstall dengan manis dan siap digunakan.

Cloud computing memang bukan layanan gratisan, tapi layanan ini memberikan harga yang lebih fair dan lebih terjangkau, atau bisa dibilang.. Ini merupakan layanan yang murah tapi bukan murahan.

XL Awards 2014

xlawards2014

 

XL Awards 2014 merupakan acara tahunan dari XL untuk memberikan apresiasi kepada aktivis di industri kreatif yang meliputi karya tulis, fotografi, dan publikasi di social media.

Website XL Awards 2014 ini  berfungsi sebagai landing page untuk memberikan informasi lomba, registrasi peserta, dan submit materi lomba. Desain dengan tema minimalis dan menonjolkan warna biru khas XL. Desain layout bertipe responsif sehingga dapat dibuka pada perangkat apapun.

Fitur yang tersedia pada website XL Awards 2014

  • Informasi masing-masing lomba
  • Pendaftaran peserta, dapat menggunakan akun social media.
  • Peserta dapat memilih submit karya tulis atau fotografi
  • Dapat mengambil data dari Instagram, Twitter, dan Facebook untuk lomba Publikasi dengan mengacu pada hashtag #XLAwards2014
  • Gallery foto untuk lomba fotografi.