Ketika Kartu Kredit BNI declined PayPal

paypal-declined

Alkisah, 22 Juli 2013 yang lalu akun PayPal mengalami masalah, jadi pas mau bayar hosting, tiba-tiba muncul pesan error seperti gambar diatas. Intinya adalah ternyata kartu kredit BNI yang terkoneksi dengan PayPal menolak untuk diproses, gampangnya kena istilah “declined”

Ingatan jadi terlempar ke bertahun-tahun sebelumnya, di saat masa-masa kegelapan nan kelam. Istilah declined itu dianggap kurang beruntung ketika akan melakukan suatu transaksi. Kenapa kurang beruntung? Ya iya lah, wong itu kartu kredit curian.

Tapi sekarang khan bedaaaa.. itu kartu kredit halal ya toyyiban..

Setelah browsing ke beberapa artikel, ternyata ini merupakan kebijakan dari BNI untuk menutup akses ke PayPal sementara waktu. Mungkin setelah melihat banyak transaksi yang saya lakukan di PayPal, sehingga BNI menerapkan kebijakan tersebut. Di artikel yang saya temukan itu juga disebutkan bahwa kita cukup menelpon ke bagian CS untuk membuka akses.

Singkat cerita, saya sudah menelpon bagian CS dan memang benar informasi yang menyebutkan bahwa BNI melakukan pemblokiran akses ke PayPal untuk kartu kredit BNI. Hal ini semata-mata untuk melindungi nasabahnya dari aktivitas kejahatan dunia maya. Jika ingin membuka akses maka memang harus menghubungi CS dan nanti akan dibuka aksesnya untuk sementara.

Sementara? iya.. jadi kemarin udah dibuka selama 6 jam. Trus ini sekarang ditutup lagi. Mungkin nanti pas butuh akan telpon ke CS lagi, cuma ya itu.. biaya telponnya mahal. Untuk bicara 9 menit menghabiskan pulsa 17 ribu rupiah. Yaa itung-itung supaya nggak gampang tergiur untuk bela-beli-bela-beli-bela-beli…

Salam Merdeka!

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Indonesia sudah merdeka.

  • Merdeka itu, ketika bisa menggunakan Bahasa Indonesia dan belanja dengan mata uang Rupiah secara aman dan diakui.
  • Merdeka itu, ketika bisa install aplikasi komputer ada pilihan Bahasa Indonesia
  • Merdeka itu, ketika ngobrol dengan orang Aceh sampai Papua bisa dengan Bahasa Indonesia
  • Merdeka itu, ketika beli lagu di iTunes bisa pakai mata uang Rupiah
  • Merdeka itu, ketika opsi bahasa di telepon seluler ada Bahasa Indonesia

Itu adalah twit tadi pagi yang langsung aja terlintas di pikiran, nggak ada maksud apapun selain mensyukuri hidup di sebuah negara yang merdeka, berdaulat, dan aman dari konflik. Mengenai kerikil masalah yang menghadang, itu hal biasa. Wong orang pacaran aja juga pasti nemuin masalah, masa sebuah negara nggak punya masalah?

Tinggal bagaimana penghuninya bersatu untuk bersama memecahkan masalah yang sedang dihadapi, bukan dengan pindah kewarganegaraan, atau malah membuat masalah baru sehingga masalah utamanya akan selalu ada dan menjadi bahaya laten.

Sekali lagi, selamat ulang tahun Indonesia! Semoga panjang umur.

Salam Pramuka!

Hai.. hari ini hari Pramuka rupanya. Baru nyadar ketika tadi pagi baca timeline yang udah pada kasak-kusuk ngasih selamat hari Pramuka, seneng juga kalo masih ada orang yang masih ingat akan Hari Pramuka, setiap tanggal 14 Agustus ini.

Ingatan jadi melayang ke belasan, atau mungkin puluhan tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku SD. Saat itu untuk pertama kalinya menggunakan pakaian Pramuka yang keren, baju warna cokelat, celana juga cokelat, pakai dasi unik yang waktu itu tak sebut dengan nama “hasduk”, trus ada logam berwarna hijau untuk mengikatnya. Lengan kiri dikasih tanda berwarna segitiga yang disebut “barung” berwarna Hitam.

Di bangku SD itulah kenal dengan segala aktivitas Pramuka, mulai dari baris-berbaris, tali-temali, sandi, P3K, hingga berkemah. Walaupun materi yang diberikan masih dasar, tapi udah cukup membuat mengenal rasa kemandirian, kecakapan, dan tentunya rasa bela negara Indonesia.

Bangku SMP, aktivitas Pramuka masih jalan terus, kali ini udah masuk ke tahap Pramuka Penggalang, dimana materinya lebih meningkat dari pas jaman Pramuka Siaga. Di masa Penggalang ini saya memfokuskan ke baris-berbaris, berkemah, sandi, dan kode Semaphore. Cukup ahli saat itu, bisa diandalkan pas di beberapa lomba Pramuka di tingkat Semarang. Pernah menjuarai beberapa lomba baik saat masih jadi anggota atau jadi ketua regu. Sampai sekarang masih agak menyesal karena nggak menguasai tali-temali dan Morse hehe..

Pas SMA, udah nggak ikut Pramuka tapi ikutnya ke Paskibra. Tapi masih suka ikut main sama anak-anak Pramuka jadi ya beberapa kali diundang ke acara internal mereka. Itung-itung reuni dengan segala aktivitas Pramuka. Sangat menyenangkan.

Sungguh beruntung orang tua memberikan kebebasan untuk mengikuti ekstrakurikuler yang tak minatin, nggak maksa untuk mengikuti suatu ekstrakurikuler khusus. Yang penting bisa saling berimbang antara sekolah dan kegiatan lainnya. Nyatanya juga nilai nggak pernah jeblok, bahkan waktu SMP lulus dengan nilai yang memuaskan *halah*

Saya nggak tau perkembangan Pramuka sekarang, apakah masih ada anak-anak yang semilitan kami saat itu, apakah masih ada anak-anak yang suka kemah, ikut baris-berbaris, bersenang-senang dengan gembira. Mudah-mudahan masih ada.

Percayalah, Pramuka sangat berarti untuk membentuk karakter saya yang sekarang. Menjadi anak Pramuka yang baik, cukup berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka kemudian mengamalkan semuanya dalam keseharian, niscaya akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Tri Satya, demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan Pancasila. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Menepati Dasa Dharma.

Dasa Dharma Pramuka

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan kesatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil, dan gembira
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani, dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

Selamat Lebaran dan Menjadi Lebih Baik

Haloooo… di bulan yang suci ini, saya, Yogie mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, selamat Lebaran, dan selamat liburan. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, memiliki hati yang lebih bersih dan utuh, dan nggak ambyar.

Bulan Ramadan lalu memang betul-betul bisa mengubah cara pandang, cara berpikir, dan cara menghadapi masalah. Biasanya segala sesuatu akan saya selesaikan dan kerjakan sendiri. Misalnya kewalahan, maka dengan mudah akan bisa mendapatkan bantuan dari teman, tapi sekarang rasanya kok susah. Harus meminta bantuan kepada “sesuatu” yang lebih besar, lebih kuasa, dan lebih dari segala lebih.

Saya merasakan betul bahwa bulan Ramadan itu bisa merubah mengubah seseorang menjadi lebih baik jika dia benar-benar mau menikmati bulan itu. Saya merasakan bahwa selama ini udah jauh dari Allah, jauh dari segala-galanya. Tiba-tiba dengan satu kejadian saja, bisa langsung mengubah semuanya. Bisa langsung merasa bahwa selama ini bukanlah siapa-siapa, tidak sekuat dan sehebat yang dikira, dan tidak seaman yang dirasa.

Bulan Ramadan tahun ini juga tak rasakan sangat cepat, mamah bilang kalo sampai merasakan itu, artinya benar-benar menikmati bulan Ramadan. Amin!

Sekarang, di bulan Syawal, saatnya untuk memulai kembali, menyusun rencana kembali, menata hati kembali, menyesuaikan diri kembali, dan mengejar cita-cita yang belum sempat tercapai. Wisuda!

Saya bernadzar, jika sudah wisuda maka Insya Allah akan berangkat Umroh. Akan menjadi tamu Allah, pengen melihat langsung Ka’bah yang selama ini cuma tak lihat di sajadah, dan jika diperkenankan akan mencium Hajar Aswad. Amin!

Mudah-mudahan tahun depan, sudah bisa berlebaran dengan keluarga baru juga.

Permintaannya banyak banget ya?