Sebuah Langkah Besar Menuju Perubahan

Akhirnya… Setelah menjadi pengangguran sampah negara selama 5 bulan, saya diterima kerja sebagai dosen di Universitas USM Semarang. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja. Sebuah langkah besar yang saya lakukan dalam karier saya, bukan karena frustasi ga dapet kerjaan tapi karena mungkin hati saya ga bisa jauh-jauh dari mengajar. Selama 4 tahun bekerja profesional, ternyata dalam kesehariannya ga lepas dari kegiatan mengajar. Saya pernah bekerja di instansi Media dan Telekomunikasi, sekarang masuk ke dunia Edukasi. How lucky i am..

Sebetulnya saya sudah sering mengajar sejak jaman kuliah. Dimulai dari asisten instruktur yang tugasnya ya membantu instruktur untuk mengajar misale mbenerin skrip yang error, ditanya-tanya mahasiswa yang sebenere ga mudeng sama kuliahe tapi malu nanya sama instruktur, dll. Kemudian naik kelas jadi Instruktur, beberapa pelatihan PHP udah pernah tak jalani. Trus akhirnya jadi Instruktur pelatihan Internet yang rutin diselenggarin sama Telkom.

Kalo pembicara juga udah pernah, kalo ga salah udah 2 kali jadi pembicara yang diselenggarakan oleh Internet Club Unisbank, kalo temanya sih masih seputar dunia IT hehehe…

Tapi waktu itu saya belum kepikiran untuk menjadi dosen, saya pengennya kerja di kantoran dan dapet gaji gede. Alhamdulillah bisa kerja kantoran juga. Cuma semenjak saya ngelanjutin kuliah S2 di UGM, dimana temen-temen sekelas adalah dosen dan mereka sering cerita pengalamannya mengajar bikin saya tertarik untuk menjadi dosen. Sepertinya keahlian saya bisa lebih bisa berkembang kalo jadi dosen.

USM Semarang

Kampus ini adalah merupakan kampus swasta yang dimiliki oleh Yayasan Alumni Undip. Letaknya di Jalan Soekarno-Hatta Semarang, cukup mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Saat ini sudah memiliki 6 Fakultas untuk jenjang S1 dan 1 fakultas untuk jenjang S2. USM Semarang memang sedang berbenah dan saya rasa bakal menjadi Universitas besar dikemudian hari.

Saya bertugas di Fakultas TIK sebagai dosen TI. Di kampus ini terdiri dari jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komunikasi. Oh iya, USM udah punya stasiun radio lho! dan punya tower sendiri! Jangkauannya memang belum luas, ntar tak bikinin radio streaming ah supaya siarannya bisa sampe keluar negeri.

Baiklah.. Doakan saya supaya bisa menjadi dosen yang baik dan bisa mengajar dengan lancar. Kalo masalah kemringet sih sepertinya udah kutukan yang baru bisa lepas kalo harga Dollar bisa balik ke Rp 2000,00 lagi. Semangaaatt…

Merantau (2009)

Saya mungkin adalah orang yang terlalu skeptis tentang kondisi perfilman di Indonesia, makanya setiap ada film baru buatan Indonesia pasti tidak se-semangat ketika film Hollywood tayang di bioskop. Bagi saya, film Indonesia hanyalah sinetron yang diputar di bioskop.

Ketika saya membaca di koran bahwa ada film Indonesia yang memenangi penghargaan film di tingkat Internasional, saya jadi penasaran judulnya apa. Rupanya film Merantau yang dirilis pada 5 November 2009 di Singapura. Ketika saya lihat sutradaranya, ternyata orang bule. Pantas saja, mungkin filmnya kali ini dibuat serius dan tidak berbentuk sinetron murahan.

Nah, kebetulan hari Sabtu kemaren ada seorang teman (Mas Fiand) yang berkunjung ke kos dan membawa laptop yang berisi film Merantau, langsung aja tak copy karena penasaran juga seperti apa film yang telah memenangi penghargaan ActionFest 2010 ini. Hehehe iya saya mbajak, nggak beli dvd aslinya.

Merantau – Every journey must begin with one small step

Film yang disutradarai oleh Gareth Evans ini menceritakan tentang Yuda, putra Minangkabau yang merantau, pergi dari kampung halamannya untuk mencari ilmu dan sebagai proses pendewasaan diri baik dari segi fisik atau mental. Merantau juga merupakan tradisi Minangkabau bagi setiap anak laki-laki.

Pada perantauannya (ke Jakarta, iya.. kenapa ke Jakarta ya?) Yuda menemui berbagai orang dengan berbagai masalahnya. Disinilah inti cerita dimana Yuda berjuang menumpas segala tindakan ilegal walaupun nyawa taruhannya.

Oh iya, bagi yang udah nonton aja.. Menurut kamu apa inti film ini?

  • Menumpas kejahatan dengan segala daya dan usaha walau nyawa taruhannya
  • Jangan ikut urusan orang lain, kalo nekat nyawa taruhannya

Review

Akting yang ditampilkan oleh semua pemeran sangat bagus, bahkan sangat bagus untuk ukuran sinetron kita. Emosi dan dialog tertata rapi dan terstruktur. Adegan perkelahian dan action ditampilkan secara real dan apik.

Sayangnya, menurut saya film ini agak lemah dalam hal cerita. Kurang mendetail dan terlalu accidently. Kemudian beberapa “kesalahan” cerita juga banyak terjadi. Disitu ada 14 kesalahan yang cukup mengganggu jalan cerita. Seandainya ceritanya dibuat mendetail mungkin akan lebih baik

Overall.. film ini layak untuk menjadi tontonan bagi Anda yang suka menonton adegan perkelahian, karena disini adegan berantemnya mantap, berbagai teknik dan jurus diperagakan jadi kesannya nggak monoton. Lupakan tentang cerita, selamat menonton.