Peta Virtual Google, Sahabat di Perjalanan

Dimuat di Harian Suara Merdeka Minggu – 28 Juni 2009

Apabila ingin pergi ke Simpang Lima, rute manakah yang harus saya pilih? Ada berapa jalan alternatif yang bisa saya pilih? Berapa lama estimasi yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat tujuan?

Pertanyaan semacam itu akan selalu muncul disaat kita akan bepergian ke suatu tempat. Tidak hanya Simpang Lima yang sudah menjadi ikon kota Semarang, mungkin bila ingin pergi ke Yogyakarta atau Bandung maka kita juga akan menanyakan hal yang sama.

Bagaimana cara mengatasi masalah seperti itu? Mudah saja, belilah peta maka masalah Anda akan terjawab. Namun jalan mana yang harus saya pilih? Atau berapa lama saya akan menghabiskan waktu saya di jalan? Tentunya peta konvesional tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Kita membutuhkan sebuah layanan tambahan yang lebih inovatif dan tentunya bisa diandalkan.

Gunakan GPS

Alat penanda posisi di bumi ini merupakan solusi yang telah digunakan oleh kebanyakan orang di dunia sejak bertahun-tahun yang lalu. Apalagi setelah adanya ijin penggunaan GPS oleh masyarakat umum, maka teknologi GPS dapat kita gunakan kapan saja dan dimana saja.

Hanya saja, harga perangkat GPS masih terbilang mahal. Walaupun bisa memberikan jawaban atas pertanyaan kita, namun jika berharga mahal tentunya juga akan menambah masalah baru bukan? Maka dari itu, kita coret GPS dari daftar solusi.

Gunakan Google Maps.

Inilah yang saat ini bisa kita manfaatkan. Google Maps adalah layanan yang di sediakan oleh Google yang tidak hanya berfungsi menampilkan peta di suatu daerah, namun kita juga bisa bertanya kepada Google Maps rute untuk menuju ke suatu lokasi. Layanan ini bisa dikunjungi melalui alamat http://maps.google.com

Katakanlah saya bertanya kepada Google Maps rute terbaik dari rumah saya di Tlogosari untuk menuju ke kantor yang berada di Jalan Pahlawan Semarang. Maka saya tinggal klik menu Get Direction dan mengisikan alamat rumah di field A, dan isikan Jalan Pahlawan di field B. Kemudian klik Get Direction.

Dalam waktu singkat, Google Maps akan menampilkan rute perjalanan di bagian peta berupa garis berwarna biru pada sisi sebelah kanan. Di bagian tersebut kita bisa mengikuti rute yang telah dibuatkan oleh Google Maps, atau ingin membuat rute sendiri dengan cara drag garis ke jalur lain yang diinginkan.

Pada sebelah kiri, akan ditampilkan detail rute berupa panduan jalan apa saja yang akan dilalui, lengkap dengan panduan arah sehingga tidak membingungkan. Bahkan bila sudah masuk jalur Tol maka Google Maps juga akan memberikan panduan jalur apa saja yang sebaiknya dilalui, jadi tidak akan tersesat di jalan tol seperti yang sering dialami oleh pendatang.

Selain itu, di bagian ini juga ditampilkan total jarak tempuh dan estimasi waktu yang akan dihabiskan dalam menempuh jalur tersebut. Angka-angka yang ditampilkan ini bersifat dinamis, misalnya bila kita mengubah rute alternatif maka angka di jarak tempuh dan estimasi waktu akan terkalkulasi secara otomatis. Cukup berguna untuk mencari rute terbaik untuk menuju ke suatu lokasi.

Google Maps di Amerika.

Layanan Google Maps di Amerika tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia,  namun tentunya data yang disediakan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan data yang ada di Indonesia. Contohnya estimasi waktu perjalanan. Bila di Indonesia, estimasi waktu yang dihitung berdasarkan penggunaan mobil saja, maka bila di Amerika perhitungannya juga menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki.

Karena di Amerika sudah menerapkan penggunaan street camera, atau pemasangan kamera yang ditempatkan di setiap perempatan, maka pengguna Google Maps juga bisa memanfaatkan fitur tersebut. Ini berguna untuk mengetahui lokasi belokan atau lokasi tujuan secara nyata, karena Google Maps juga mengambil data dari kamera tersebut.

Kapankah Indonesia bisa seperti itu? Mudah-mudahan segera terwujud, tapi sembari menunggu harapan itu datang, kita sudah bisa memanfaatkan Google Maps secara penuh dan cukup bisa diandalkan untuk memandu kita menuju ke suatu lokasi, dan tentu saja layanan ini Gratis!

Go Go Loenpia FORCE

Sekolah.. Sebuah kata yang mungkin tidak ada artinya, tapi bagi sebagian anak, terutama anak yang kurang mampu atau anak jalanan, kata SEKOLAH adalah sesuatu yang yang mustahil untuk digapai. Ketika di berbagai media memberitakan tentang program sekolah gratis, namun nampaknya efeknya masih belom bisa menyeluruh.

Saya masih ingat ketika umur belasan tahun, dimana waktu itu saya bisa merasakan semua jenjang sekolah. Mulai dari taman kanak-kanak hingga lulus SMU dan melanjutkan ke tingkat Universitas. Semua itu saya jalani dengan lancar saja, tidak ada rasa syukur atau beruntung, sehingga ketika saya bolos, hal itu saya lakukan dengan bangga.

Apakah hampir mirip dengan Anda?

Mata saya terbuka ketika kami, Loenpia.Net membuat program SMILE, dimana program ini bertujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu supaya bisa tetap tersenyum. Program yang ide awalnya simpel, ternyata bisa berjalan hingga 2 tahun ini. Disana kami mendapati ternyata di kota Semarang, masih banyak orang tidak mampu. Kota yang termasuk kota besar ini, ternyata masih ada warga yang tidak bisa makan enak setiap hari.

Imbasnya tentu ke anak-anak, mereka kesulitan untuk meneruskan sekolahnya. Boro-boro ngomongin seragam atau buku pelajaran. Untuk mbayar uang SPP setiap bulan, yang notabene lebih murah daripada kita jajan seminggu itu aja belom tentu bisa terwujud.

Maka dari itu, Loenpia.Net sepakat membuat sub-organisasi yang bernama Loenpia FORCE (Foster OuR Children Education) yang berisi sepasukan orang yang menjadi donatur tetap atau donatur tidak tetap untuk menjadi orang tua asuh.

Kami bukanlah orang kaya, pasukan Loenpia FORCE berisi anak-anak muda yang kebetulan sudah berpenghasilan, tapi jangan dibayangkan penghasilan kami diatas rata-rata. Kami adalah pelajar, mahasiswa, karyawan kantor, dan wiraswasta yang kebetulan bisa menyisihkan sedikit penghasilan kami untuk membantu sesama.

Bila ingin mendukung gerakan kami, bergabunglah dengan kami.. Loenpia FORCE !!!

Aku Kuliah Lagi di UGM

Jadi ceritanya tu sekarang saya kuliah di UGM, ngelanjutin jenjang S2 ngambil jurusan MMI (Magister Manajemen Informasi). Jurusan ini masuk di Program Pascasarjana Ilmu Komputer UGM. Kampusnya ada di lingkungan Fakultas MIPA di jalan Kaliurang KM 5 Jogja.

Karena ini cuma jalan hari Sabtu dan Minggu aja, jadi nggak ngganggu kerjaan di Semarang. Tapi ya itu, jadi nggak punya waktu liburan lagi.. Lha bayangin aja.. Dari Senen sampe Jumat ngantor di Telkom, trus Jumat sore udah cabut ke Jogja.. soalnya kuliah dimulai hari Sabtu jam 8 pagi sampe jam setengah 6! Mabok mabok deh..

Sekarang pas postingan ini dibuat tu kuliah ku udah jalan 4 minggu, dan alhamdulillah udah mulai nyaman dengan keadaan yang baru ini. Udah mulai bisa mengatur waktu lagi dan tentunya mengatur kondisi badan. Waktu mbojo dengan Niea pun juga diusahakan berkualitas mungkin hihihihi… Lha piye.. seminggu cuma ketemu beberapa jam aja jeh.. khan kangeeennn… *kwarepmyu!*

Oh iya, selama di Jogja ini aku ngekos di daerah Pogung Kidul.. yaaa.. walopun nek diitung-itung rugi, karena harus mbayar 315 ribu per bulan, dan hanya ditempati cuma 8 kali per bulan.. Tapi lumayan deket kok sama kampus, cukup ngesot sambil koprol udah sampe depan kampus. Daripada nginep dirumah Eyangku.. jauuuhhh..

Mudah-mudahan kuliah yang masih di tahap Matrikulasi ini bisa lancar. Hah? Matrikulasi?? Iya! ini karena IPK saya dibawah 3,00 sodara-sodara.. Jadinya harus ikut kelas Matrikulasi dulu.. dan saya ada di kelas A. Bagi yang merasa sekelas dengan saya.. hayo kita kuliah bersama supaya bisa lolos bersama-sama dan akhirnya wisuda bersama-sama.. *amiiiinnnn*

Wireless-G Access Point Linksys WAP54G [Alnect Komputer]

Ketika berbicara mengenai perangkat wireless, cukup banyak merk yang tersedia di pasaran. Linksys WAP54G adalah salah satu produk yang bisa kita pilih, karena perangkat ini cukup handal dalam menangani konektivitas wireless. Sebagai salah satu anak perusahaan Cisco, rupanya Linksys tau benar cara membuat perangkat yang handal namun cukup murah dari segi harga. Jadi sangat cocok digunakan untuk perusahaan berkembang.

Untuk spesifikasi lengkap Wifi ini nggak perlu saya tuliskan disini ya? Baca aja di situs Alnect Komputer, disana udah lengkap mulai dari gambar sampe spesifikasinya. Trus apa gunanya postingan ini? Hehehe ini cuma mau mereview produk aja kok. Oke kita mulai ya..

Dilihat dari sisi tampilan, kalo melihat tahun 2009 tentunya desain Linksys WAP54G ini udah ketinggalan jaman. Tapi kalo bicara kemampuan, masih bisa diandalkan. Kebetulan saya pernah ikutan nyetting Access Point ini di basecamp Internet Club Unisbank. Kebetulan kita punya perangkat ini, dan sampe sekarang masih bekerja dengan baik.

Untuk instalasi dan konfigurasi sangat mudah, karena sudah berbentuk web-based dengan menu-menu yang mudah dipahami. Menyetting IP Address, DHCP, hingga membuat password WPA Security bisa dilakukan dengan mudah. Jangkauan sinyal kuat yang diberikan bisa sampai radius 30-50 meter, diluar itu masih bisa dapat tapi mulai melemah. Walaupun masih bekerja di tingkat 802.11g tapi cukup handal untuk menangani transfer data.

Singkat kata, bila Anda ingin mencari perangkat wireless untuk jaringan Anda, gunakan Linksys WAP54G. Anda cukup konfigurasi sedikit, dan biarkan Linksys WAP54G melakukan sisanya.

nb : postingan ini dibuat untuk mengikuti lomba review dari Alnect Komputer, kalo kamu pengen ikut juga silakan klik tiket dibawah ini.

Alnect computer Blog Contest

Macet + Banjir + Pejabat = Ruwet

Yak.. hari ini aku telat ngantor.. Alasannya sepele, tadi pagi tu hujan deres banget yang membuat beberapa ruas jalan di Jalan Brigjen Sudiarto jadi tergenang. Akhirnya bisa ditebak bahwa macet menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Tapi macet tadi pagi tidak seperti macet yang biasa, ada yang berbeda dalam penanganan macet kali ini.

Ketika nyampe di  jalan Gajah, aku ngeliat antrian mobil udah panjang banget. Wah tumben banget ini mobil ngantri sampe sepanjang ini. Karena penasaran aku pacu Mio-ku sampe ke ujung Jalan Gajah. Sampe sana, ternyata macetnya parah banget! Seperti ada simpul tali yang ruwet di persimpangan sibuk itu.

Biasanya, bapak-bapak Polantas itu dengan sigap langsung mengurai keruwetan itu, pokoknya kalo urusan mengurai kemacetan lalu-lintas, bapak-bapak Polantas itu ahlinya deh, tapi kenapa tadi pagi ada beberapa orang yang berseragam hijau-hijau kayak tentara gitu ya? Sama-sama nongkrong di tengah jalan bareng pak Polantas.

Untunglah aku bisa nyebrang sampe ke Jalan Brigjen Sudiarto, tapi ternyata di jalur itu macetnya parah juga. Mana pas jalur itu merupakan daerah langganan banjir, gerimis tipis pun masih turun. Akhirnya bersama-sama pengendara lain kita berjalan merayap sambil menghindari air banjir. Jarak yang biasanya ditempuh cuma 5  menit, tadi pagi butuh waktu 20 menit!

Sepertinya biasa aja ya ceritanya.. Tapi bukan itu inti dari postingan ini, kalo cuma kejebak macet sih udah hal biasa.. dan nggak perlu sampe dibikinin postingan segala. Tapi masalahnya, di kemacetan tadi.. diperparah dengan kedatangan rombongan pejabat yang dikawal dengan unit Patwal lengkap dengan sirine yang meraung-raung.

Saya yakin kalo rombongan polisi dan gabungan tentara itu pasti bertugas untuk memberikan jalan kepada rombongan pejabat itu tadi. Akhirnya kita-kita yang warga biasa harus mengalah demi kelancaran mereka. Nggak peduli kalo kita itu keujanan, kebanjiran, telat ngantor, atau yang pake Taksi harus bayar argo hingga 3 kali lipat. Mereka nggak peduli itu, yang penting bisa lewat dan cepat sampe tujuan.

Katanya sih hari ini dan kemaren itu Pak SBY dateng ke Semarang, entah itu merupakan rombongannya atau bukan, yang jelas mereka telah sukses membuat banyak orang dirugikan pagi ini.