Hanjriiittt….. Ada Ya Orang Kayak Gini?

Pernah nggak, ketemu sama orang yang sok tau dan nggak sopan? Aku pernah, dan orang itu masih suka sok tau dan nggak sopan sampe sekarang. Meskipun sebenernya aku nggak kenal dia, dan blom pernah ketemu sama sekali ntah kenapa aku bisa sebel banget ya?

Jadi ceritanya tu, suatu hari yang cerah tiba-tiba ada orang yang japri aku lewat Gmail. Rupanya dia make aplikasi GTalk. Nah dari awal sih sebenernya aku dah nggak respek sama dia. Kenapa? karena udah dari awal perjumpaan aja dia udah sok-sokan gitu. Masalahnya sepele sih, dia udah ngerasa sebagai hacker. Okeh lah seandainya dia adalah seorang hacker seperti yang dia omongkan. Tapi pada kenyataannya adalah NOL BESAR.

Masa baru awal ngobrol udah nggaya banget, trus kenalan nggak make nama asli secara dia dah manggil aku gie.. gie.. huh!! Trus lebih dodolnya lagi, dia ngirimin aku artikel hacker yang udah jaduuuulllll banget. Trus dia tau-tau dah cerita (padahal ga nanya) bahwa dia dah pernah nge-hack. Pas tak tanyain nge-hack apa, dia jawab nge-hack komputernya sendiri.. walaaahhhhhhh… Trus tak tanyain make apa, dia jawab make tool gudbai. Halah.. halah… tool gituan kok dibanggain..

Trus pas aku tes dengan perintah yang (mungkin) ada di dalam gudbai, yaitu “deltree”. Dia nggak bisa jawab. Nah ini yang paling bikin aku sebel. Udah tau nggak bisa jawab, tapi dianya nggak mau mengakui bahwa dia itu nggak tau. Malah dia ngeles dengan berbagai jawaban yang kontan bikin aku tambah sebel. Bilang aja nggak tau kek…

Trus sok ngobrolin linux, tak kirain dia expert sama linux. Eh lha dalah.. ternyata podo wae.. Dia hanya tau bahwa Linux Live CD itu cuma Knoppix!! Anjrit!! itu distro jaman kapan??? Udah gitu, kalo mau minta tolong aja nggaya-nya nyebelin pol. Dimana-mana kalo minta bantuan itu pasti ada kata “tolong” khan? Lha ini malah sok nyolu, dengan bilang : “kalo ada relawan yang mau ngajarin tentang linux, pasti enak tuh, khan demi kemajuan negara Indonesia”. Anjrit!! nama Indonesia dibawa-bawa segala!!!

Pas aku jawab nggak mau, maksudnya sih biar semua kegilaan ini berakhir. Ternyata enggak. Dia malah bilang : “Yaahh.. kalo aku kehilangan temen kayak kamu, gimana nasibku? gimana nasib negara Indonesia?” Anjrittt!!!!!!!!!!

Trus barusan.. barusan sodara-sodara…….

Dia nanya-nanya tentang blog, okelah mungkin materinya rada ringan.. Ternyata dia bilang “kalo ada yang mau ngajarin aku tentang blog, kabarin aku ya”. Anjriitttt…… Trus aku jawab “Kamu nanya sama sapa?” Eh dia jawab “Wah, kayaknya ada relawan nih”.

ANNJJRRIIIIIIIITTTTTTTT……………………………!!!!!!!!!!

nb: sebagian obrolan sudah aku edit dengan biadab, daripada kalian ikut-ikutan jengkel. Trus sebenernya masih banyak lagi obrolan yang males aku tulis lagi, daripada aku jengkel dan malah mbanting monitor..

Hosh.. hosh.. hosh…

Tepati Janji! dan Selalu Jujur!

Dua kata itu memang harus selalu dipegang selama kita mau menjalani sebuah hubungan. Baik itu sekedar hubungan pertemanan, samapai ke hubungan yang lebih serius. Janji dan Jujur merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Kenapa? karena dua hal itu lah yang sebenarnya bisa membuat suatu hubungan dapat bertahan.

Sekali berbohong kepada orang, maka selamanya kita tidak akan dipercaya oleh orang yang kita bohongi. Makanya, aku selalu berusaha untuk melakukan 2 hal itu. Tepati Janji dan Selalu Jujur.

Tapi ntah kenapa, adaaa aja yang membuatku tidak bisa menepatinya.

Horeee… Bisa Internetan Dirumah

Setelah bertahun-tahun kalo mau nge-net dirumah menggunakan akses dari Telkomnet@instan yang mahal dan lelet, kemudian juga sekali-kali make gprs dari Kartu Halo, Flexi, dan Jagoan Prepaid yang harganya juga masih kemahalan. Akhirnya… mulai hari Selasa kemaren (basbang ya?) aku udah bisa nge-net dirumah dengan harga cukup terjangkau.

Terima kasih buat Starone yang telah mengeluarkan Paket Pekgo di kartu Jagoan Postpaid-nya, kenapa? karena dengan hanya mengeluarkan 150 ribu perbulan, udah dapet akses internet dengan quota 1GB. Trus, kalo misalnya over quota, cuma di charge 500 perak per mb. Murah banget khan? trus untuk koneksi sampai saat ini belom ada masalah yang terlalu fatal. Paling cuma kadang-kadang koneksinya putus, ya maklum lah, koneksi make gprs cdma emang ga bisa diandelin masalah kestabilannya.

Untuk pendaftaran Jagoan Postpaid menurutku cukup ribet. Sangat berbeda dengan pendaftaran Kartu Halo yang hanya membutuhkan fotokopi KTP dan materai, yang Jagoan ini membutuhkan : Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Rekening Telpon, dan materai. Kemudian harus disurvey yang memakan waktu cukup lama (5 hari). Jadi buat kalian yang mau ndaftar, pastikan persyaratannya dipenuhi ya…

Gimana cara makenya? ternyata juga cukup mudah, setelah berputar-putar sebentar di dunia maya, langsung dapet cara nge-net make HP. Yang harus dipersiapkan adalah HP dan kabel data. Saya make Nokia 2116 dan kabel data CA-42 (aku beli 35 ribu di toko komputer, bukan konter HP). Setelah kedua hal itu siap, maka dilanjutkan dengan proses penginstallan dan penyettingan.

Continue reading “Horeee… Bisa Internetan Dirumah”

Musibah dan Pendemo

Akhir-akhir ini, bencana datang seperti tidak ada hentinya. Musibah datang dari segala penjuru. Darat, laut, udara… semuanya “menghasilkan” bencana. Musibah yang datang pun seperti memutar-balikkan fakta, bahwa di suatu tempat yang dirasa aman, belum tentu aman. Bahkan bisa jadi tempat itu menjadi sumber bahaya yang sangat dahsyat.

Dari laut. 

Masih segar dalam ingatan, bencana terbakarnya kapal Levina I. Ditempat yang banyak air, ternyata tidak dapat mengalahkan kobaran api. Bahkan didalam kapal itu terdapat banyak penumpang, tapi tidak ada satupun gerakan untuk bersama-sama memadamkan api yang berkobar. Yang ada hanya berpikir untuk menyelamatkan diri.

Seandainya mereka bersama-sama untuk berpikir dan bekerjasama untuk memadamkan api, mungkin kebakaran itu bisa ditanggulangi dengan cepat. Dan kerugian bisa diminimalisir. Yah.. mungkin ini sifat dasar manusia yang ingin menang sendiri dan memikirkan diri sendiri. Kemudian ditambahkan kata-kata “PANIK” yang seakan-akan membuat mereka adalah pahlawan yang telah selamat dari medan perang.

Dari udara.

Saya rasa musibah dari udara nggak akan cepat dilupakan. Masih ingat dengan kasus Adam Air yang menghebohkan itu? yang sampai sekarang tubuh pesawat dan penumpangnya belom bisa diangkat dari dasar laut? Kemaren ditambah lagi dengan tumbangnya pesawat dari maskapai kebanggaa Indonesia.

Ya, selama ini GIA merupakan maskapai Indonesia yang melayani berbagai macam rute dalam negeri ataupun luar negeri. Ternyata label terbaik bukan berarti bisa selamat dari musibah. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, musibah ini terjadi di bandara Adi Sucipto yang notabene ada di kota Yogyakarta. Dimana kota Yogyakarta sedang diuji banyak cobaan.

Dari Darat

Masih ada hubungannya dengan Yogyakarta. Masih ingat dengan bencana Gempa yang sangat memprihatinkan itu? yang sangat mengejutkan semua masyarakat, yang terjadi di pagi buta dimana sebagian besar penduduk masih terlelap.

Kemudian yang paling memalukan adalah bencana banjir di Ibukota Indonesia atau Jakarta. Di kota yang terdapat banyak sekali orang pandai dan pejabat, masih saja terjadi banjir yang bisa saja merendahkan martabat Indonesia. Mungkin saja di luar negeri ada yang nyeletuk, Indonesia negara banjir.

Akhirnya….

Kalo sudah begini, apa yang bisa disimpulkan?

Ada yang bilang, turunkan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Coba dipikir, apakah itu akan menyelesaikan masalah? bukannya malah akan menambah masalah? Kalo seandainya mereka berdua turun, siapa yang akan menggantikannya? Apakah si pengganti itu akan langsung dapat mengatasi semua permasalahan? Apakah Presiden atau si pengganti adalah Superman?

Mungkin pendemo itu sudah lupa. Kalo semua hasil tidak akan tercapai tanpa adanya usaha. Mereka hanya ingin melihat hasil nyata. Dengan alasan ingin menagih janji pemerintah, mereka menuntut Presiden mundur dengan alasan tidak becus mengatur negara.

Coba dipikir… kamu sendiri udah becus mengatur dirimu sendiri belum? Kok udah mendiskretkan orang lain tidak becus.